Sinergi Melindungi Kekayaan Intelektual di Industri E-commerce

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 12:12 WIB
loading...
Sinergi Melindungi Kekayaan Intelektual di Industri E-commerce
Tokopedia bekerja sama dengan Kemenkumham lindungi kekayaan intelektual. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Tokopedia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham ) terkait perlindungan kekayaan intelektual (KI). Co-Founder and Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison mengatakan, kerja sama itu menjadikan Tokopedia sebagai marketplace pertama di Indonesia yang berkomitmen untuk mendukung perlindungan terhadap KI.

Baca juga: Bank Jago dan Tokopedia Perkuat Kolaborasi

"Saat ini, ada lebih dari 865 juta produk yang terdaftar dari sekitar 12 juta penjual di platform kami. Kami pun akan terus memantau produk-produk ini secara berkala dengan menggunakan kombinasi sistem pemantauan otomatis dan pengecekan secara manual guna mendeteksi potensi pelanggaran KI,” kata Leontinus, dalam keterangannya, Sabtu (8/10/2022).

Selama ini, Tokopedia telah melakukan sederet upaya perlindungan KI, antara lain membentuk tim khusus membangun sistem pendeteksi otomatis, portal pelaporan dan program khusus untuk para pemegang KI. Tokopedia juga memeriksa penjual sejak proses pendaftaran, dan menegakkan kebijakan serta penalti kepada penjual yang melanggar, juga edukasi ke penjual melalui Pusat Edukasi Seller.

Sepanjang semester I 2022, Tokopedia memiliki beberapa pencapaian dalam pelindungan KI, seperti peningkatan jumlah moderasi toko yang melanggar KI mencapai lebih dari 47% dibanding semester II 2021. Kemudian, peningkatan jumlah penghapusan produk yang melanggar KI mencapai lebih dari 300% dibanding semester II 2021. Dan, peningkatan tindakan proaktif terhadap produk yang melanggar KI sebesar lebih dari 7,5 kali lipat dibanding semester II 2021.

Kolaborasi Tokopedia dengan DJKI pun dilakukan untuk meningkatkan perlindungan KI, dengan harapan mengeluarkan Tokopedia dari United States Trade Representative (USTR) Notorious Market List (daftar tahunan yang bertujuan mendorong perusahaan memerangi produk palsu).

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengatakan dengan terbukanya jangkauan pasar UMKM baik di nasional maupun mancanegara melalui platform digital, maka proteksi atas karya dan inovasi dalam berusaha wajib untuk dilindungi melalui KI. Sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan dari potensi pembajakan dan pemalsuan produk dari pihak lain dalam mengembahkan usahanya.

"Semua hal tersebut menjadi percuma jika tidak ada jaminan legalitas dalam bentuk perlindungan hukum melalui pendaftaran atau pencatatan atas KI,” jelas Yasonna.

Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Ir. Razilu mengucapkan apresiasainya kepada Tokopedia yang telah melakukan kerja sama ini. Menurut Razilu, DJKI akan melakukan sosialisasi kepada platform lainnya supaya bisa mengikuti jejak langkah Tokopedia.

"Semoga Tokopedia menjadi contoh terbaik sebagai platform digital Indonesia yang menjual produk berbasis kekayaan intelektual,” ucap Razilu.

Baca juga: Mengenal Sosok 3 Jenderal Bintang Lima di Indonesia

“Tokopedia percaya bahwa perang melawan pemalsuan bukan tanggung jawab satu atau dua pihak saja, namun juga membutuhkan peran semua pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah dengan cara berkolaborasi. Karenanya, kami ingin menegaskan kembali dedikasi kami untuk melindungi KI bersama seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah,” tutup Leontinus.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1457 seconds (10.177#12.26)