Pengusaha: Ekonomi Bisa Terjun Bebas Kalau Zero ODOL Berlaku di 2023
Kamis, 13 Oktober 2022 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Danang mengatakan, asosiasi industri terimbas meminta pemerintah untuk memulai roadmap baru terkait kebijakan zero ODOL. Mantan direktur eksekutif APINDO ini melanjutkan, roadmap dimulai pada 2023 dengan estimasi patuh pada zero ODOL sekitar 3 atau 5 tahun ke depan.
Menurutnya, saat ini dibutuhkan sinergi regulasi semua kementerian dan pemerintah daerah untuk memasikan recovery ekonomi berlangsung dengan baik. Dia mengingatkan bahwa dunia usaha baru saja berusaha memperbaiki nasib menghadapi bencana pandemi Covid-19 meskipun saat ini dihadang masalah lain seperti pengurangan subsidi BBM hingga nilai dollar yang mengugat sangat tinggi.
"Pertumbuhan ekonomi dalam negeri meskipun disepakati pemeritah dan DPR, tapi terdengar jelas masih tidak confiden pada 5,3 persen dan inflasi 3.6 persen tahun 2023," katanya.
Baca Juga: Bentuk APPN, Sopir Truk Berjuang Tolak Kebijakan Zero ODOL
Vice Chairman Asosiasi Logistik Indonesia, Mahendra Rianto mengatakan, penerapan zero ODOL yang tergesa-gesa bakal melumpuhkan industri logistik. Dia mengatakan, penyedia jasa logistik merupakan mesik perekonomian nasional yang telah memberikan Produk Domestik Bruto (PDB) negara.
"Nah kok diganggu dengan adanya ODOL ya. Sebelum ODOL, kenaikan tarif jalan tol, kemudian pungli, selanjutnya BBM," katanya.
Menurutnya, saat ini dibutuhkan sinergi regulasi semua kementerian dan pemerintah daerah untuk memasikan recovery ekonomi berlangsung dengan baik. Dia mengingatkan bahwa dunia usaha baru saja berusaha memperbaiki nasib menghadapi bencana pandemi Covid-19 meskipun saat ini dihadang masalah lain seperti pengurangan subsidi BBM hingga nilai dollar yang mengugat sangat tinggi.
"Pertumbuhan ekonomi dalam negeri meskipun disepakati pemeritah dan DPR, tapi terdengar jelas masih tidak confiden pada 5,3 persen dan inflasi 3.6 persen tahun 2023," katanya.
Baca Juga: Bentuk APPN, Sopir Truk Berjuang Tolak Kebijakan Zero ODOL
Vice Chairman Asosiasi Logistik Indonesia, Mahendra Rianto mengatakan, penerapan zero ODOL yang tergesa-gesa bakal melumpuhkan industri logistik. Dia mengatakan, penyedia jasa logistik merupakan mesik perekonomian nasional yang telah memberikan Produk Domestik Bruto (PDB) negara.
"Nah kok diganggu dengan adanya ODOL ya. Sebelum ODOL, kenaikan tarif jalan tol, kemudian pungli, selanjutnya BBM," katanya.
Lihat Juga :