Siap Ramaikan Bursa, PT Techno9 Bakal Lepas 20,03% Saham
Kamis, 13 Oktober 2022 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Heddy menambahkan, melalui IPO ini perusahaan akan melepas 20,03 (432 juta lembar saham) kepada publik dengan raihan dana diproyeksikan sekitar Rp30-40 miliar. Pihaknya yakin publik akan menerima kehadiran perusahaannya di bursa dengan sangat baik.
"Kami juga berharap dengan adanya IPO dapat memberikan manfaat yang kompetitif bagi perseroan untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang inovatif serta performa operasional yang lebih baik. Salah satunya kami berencana akan membuka service point di beberapa kota di Indonesia,” ujar Heddy.
Sementara iru, Irwan, Direktur Sales & IT PT Techno9 Indonesia Tbk, menjelaskan lebih lanjut berbagai rencana perusahaan ke depan. Salah satunya, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk peningkatkan kinerja perusahaan. Di antaranya sebanyak 52,66% akan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung pengembangan kegiatan usaha seperti pembelian barang, persediaan barang, biaya pelatihan, dan kebutuhan operasional.
"Selanjutnya sekitar 32,09% diperuntukkan untuk membuka 19 service point beserta sarana pendukungnya di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Terakhir sekitar 15,25% akan digunakan untuk pembelian gudang penyimpanan sebagai penunjang operasional,” jelas Irwan.
Menurut Heddy, di tahun 2022 perusahaan telah membuka 1 service point di Manado serta sedang dalam tahap pengembangan, yaitu layanan berupa aplikasi untuk memberikan kemudahan bagi rumah sakit dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang siap dipasarkan pada tahun 2023.
"Kami juga berharap dengan adanya IPO dapat memberikan manfaat yang kompetitif bagi perseroan untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang inovatif serta performa operasional yang lebih baik. Salah satunya kami berencana akan membuka service point di beberapa kota di Indonesia,” ujar Heddy.
Sementara iru, Irwan, Direktur Sales & IT PT Techno9 Indonesia Tbk, menjelaskan lebih lanjut berbagai rencana perusahaan ke depan. Salah satunya, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk peningkatkan kinerja perusahaan. Di antaranya sebanyak 52,66% akan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung pengembangan kegiatan usaha seperti pembelian barang, persediaan barang, biaya pelatihan, dan kebutuhan operasional.
"Selanjutnya sekitar 32,09% diperuntukkan untuk membuka 19 service point beserta sarana pendukungnya di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Terakhir sekitar 15,25% akan digunakan untuk pembelian gudang penyimpanan sebagai penunjang operasional,” jelas Irwan.
Menurut Heddy, di tahun 2022 perusahaan telah membuka 1 service point di Manado serta sedang dalam tahap pengembangan, yaitu layanan berupa aplikasi untuk memberikan kemudahan bagi rumah sakit dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang siap dipasarkan pada tahun 2023.
Lihat Juga :