Memahami Risiko Investasi Reksadana di Tengah Pandemi Covid-19
Senin, 06 Juli 2020 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: 2021 Masih Penuh Tantangan, Investor Perlu Mengatur Ulang Strategi Investasi )
Sambung dia menyarankan, kepada Investor muda agar tidak buru-buru mencairkan dana Investasi hanya karena kondisi sekarang sedang buruk. Kepada usia SMA disarankan agar mulai berinvestasi melalui reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Bahkan bisa juga membeli produk ETF yang imbal hasilnya dapat mencapai 15%. Pembeliannya juga mudah karena diperdagangkan seperti saham.
"Reksa dana instrumen pendapatan tetap dapat digunakan untuk kebutuhan di bawah setahun, reksa dana pasar uang cocok untuk penempatan di bawah tiga tahun. Sementara sisanya di pasar saham," ujarnya.
Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengingatkan, investor dengan profil agresif dan memiliki horison investasi jangka panjang, saat ini bisa jadi adalah saat yang tepat untuk secara bertahap berinvestasi kembali di reksa dana saham. Namun harus diingat, profil risiko investor tetap harus dikedepankan.
Investasi di saham, termasuk di reksa dana saham adalah investasi jangka panjang. Jangan karena kondisi sesaat yang menyebabkan investasi terkoreksi, langsung memutuskan untuk menarik investasinya. Ada baiknya memikirkan kembali tujuan investasinya dan jangka waktu.
Kita bisa kembali melihat pergerakan IHSG sepanjang tahun berjalan sebagai referensi, bagaimana keputusan untuk tetap bertahan atau mencairkan investasi dapat membuat perbedaan kinerja yang sangat signifikan.
Sambung dia menyarankan, kepada Investor muda agar tidak buru-buru mencairkan dana Investasi hanya karena kondisi sekarang sedang buruk. Kepada usia SMA disarankan agar mulai berinvestasi melalui reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Bahkan bisa juga membeli produk ETF yang imbal hasilnya dapat mencapai 15%. Pembeliannya juga mudah karena diperdagangkan seperti saham.
"Reksa dana instrumen pendapatan tetap dapat digunakan untuk kebutuhan di bawah setahun, reksa dana pasar uang cocok untuk penempatan di bawah tiga tahun. Sementara sisanya di pasar saham," ujarnya.
Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengingatkan, investor dengan profil agresif dan memiliki horison investasi jangka panjang, saat ini bisa jadi adalah saat yang tepat untuk secara bertahap berinvestasi kembali di reksa dana saham. Namun harus diingat, profil risiko investor tetap harus dikedepankan.
Investasi di saham, termasuk di reksa dana saham adalah investasi jangka panjang. Jangan karena kondisi sesaat yang menyebabkan investasi terkoreksi, langsung memutuskan untuk menarik investasinya. Ada baiknya memikirkan kembali tujuan investasinya dan jangka waktu.
Kita bisa kembali melihat pergerakan IHSG sepanjang tahun berjalan sebagai referensi, bagaimana keputusan untuk tetap bertahan atau mencairkan investasi dapat membuat perbedaan kinerja yang sangat signifikan.
Lihat Juga :