Rupiah Hari Ini Nyungsep ke Rp15.487/USD, Begini Pemicunya
Senin, 17 Oktober 2022 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Ibrahim menyebut, penguatan dolar AS saat ini lebih disebabkan penguatan fundamental makro ekonomi AS, seperti tingginya angka inflasi yang membuat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), terus menaikkan suku bunga acuannya, sehingga likuditas di dunia mengetat.
Selain itu, ada pengaruh dari krisis energi dan gangguan rantai pasok akibat perang antara Rusia dan Ukraina.
"Atas dasar ini, respons yang lebih tepat dalam menghadapi tingginya dolar saat ini adalah dengan membiarkan nilai tukar rupiah mengalami penyesuaian, sambil menggunakan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi tetap dekat dengan targetnya," pungkas Ibrahim.
Di samping itu, ia memprediksi, untuk perdagangan besok, Selasa (18/10) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.450 - Rp15.500 per USD.
Selain itu, ada pengaruh dari krisis energi dan gangguan rantai pasok akibat perang antara Rusia dan Ukraina.
"Atas dasar ini, respons yang lebih tepat dalam menghadapi tingginya dolar saat ini adalah dengan membiarkan nilai tukar rupiah mengalami penyesuaian, sambil menggunakan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi tetap dekat dengan targetnya," pungkas Ibrahim.
Di samping itu, ia memprediksi, untuk perdagangan besok, Selasa (18/10) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.450 - Rp15.500 per USD.
(akr)
Lihat Juga :