CEO Finastra: Pengelolaan UMKM Indonesia Sudah Sangat Tepat
Senin, 17 Oktober 2022 - 21:56 WIB
loading...
(Kiri ke kanan) CEO Finastra Group Holding Ltd. Simon Paris, Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, dan Director of Latin Amerika Initiative Center for Global Development Liliana Rojas-Suarez, dan Professor at Harvard Kennedy School Jay K Rosegard dalam SOE
A
A
A
BALI - Strategi Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai sudah sangat tepat dengan mengedepankan subsidi yang menjadi dasar perbankan untuk menyalurkan pembiayaan perdagangan.
CEO Finastra Group Holding Ltd. Simon Paris berpandangan ekonomi Indonesia memiliki harapan besar terhadap pertumbuhan kinerja segmen UMKM. Terlebih, kontribusi ekonomi UMKM dalam produk domestik bruto (PDB) mencapai lebih dari 65%.
Menurutnya, langkah Pemerintah Indonesia yang mengedepankan subsidi baik dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), penjaminan kredit, dan lainnya sudah sangat tepat, khususnya dalam mendorong pelaku industri keuangan menyalurkan pembiayaan.
Baca Juga: BNI Alokasikan KUR Rp38 Triliun di 2022, Menteri Teten: Langkah Tepat
"Jika pemerintah memberi garansi terhadap semua transaksi dari pelaku UMKM, maka akan lebih banyak perbankan yang menyalurkan trade finance. Terlebih saat ini sudah mulai banyak marketplace yang mewadahi perdagangan mereka," katanya dalam SOE International Conference #BUMNuntukG20 #SOEInternationalConference di Bali Nusa Dua Conference Center, Senin (17/10/2022).
Simon berpendapat, langkah untuk memperluas keterjangkauan dengan memanfaatkan solusi digital banking juga sudah tepat. Terlebih, hal ini diikuti pula dengan berbagai program yang menjangkau kelompok masyarakat rentan seperti Wanita dan masyarakat di daerah terpencil.
"Pemerintah juga terus mendorong semua pelaku ekonominya untuk mampu menjadi teman seperjalanan bagi para UMKM untuk berkembang dan memberi nilai tambah," ujarnya.
CEO Finastra Group Holding Ltd. Simon Paris berpandangan ekonomi Indonesia memiliki harapan besar terhadap pertumbuhan kinerja segmen UMKM. Terlebih, kontribusi ekonomi UMKM dalam produk domestik bruto (PDB) mencapai lebih dari 65%.
Menurutnya, langkah Pemerintah Indonesia yang mengedepankan subsidi baik dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), penjaminan kredit, dan lainnya sudah sangat tepat, khususnya dalam mendorong pelaku industri keuangan menyalurkan pembiayaan.
Baca Juga: BNI Alokasikan KUR Rp38 Triliun di 2022, Menteri Teten: Langkah Tepat
"Jika pemerintah memberi garansi terhadap semua transaksi dari pelaku UMKM, maka akan lebih banyak perbankan yang menyalurkan trade finance. Terlebih saat ini sudah mulai banyak marketplace yang mewadahi perdagangan mereka," katanya dalam SOE International Conference #BUMNuntukG20 #SOEInternationalConference di Bali Nusa Dua Conference Center, Senin (17/10/2022).
Simon berpendapat, langkah untuk memperluas keterjangkauan dengan memanfaatkan solusi digital banking juga sudah tepat. Terlebih, hal ini diikuti pula dengan berbagai program yang menjangkau kelompok masyarakat rentan seperti Wanita dan masyarakat di daerah terpencil.
"Pemerintah juga terus mendorong semua pelaku ekonominya untuk mampu menjadi teman seperjalanan bagi para UMKM untuk berkembang dan memberi nilai tambah," ujarnya.
Lihat Juga :