Kantongi Rp4,5 Triliun, Langkah APLN Jual Central Park Mall Dinilai Tepat

Selasa, 18 Oktober 2022 - 21:33 WIB
loading...
Kantongi Rp4,5 Triliun,...
APLN kantongi Rp4,5 triliun dari penjualan Central Park Mall. Foto/CentralPark
A A A
JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengantongi Rp4,5 triliun dari hasil penjualan 85% saham Central Park Mall (CP Mall) kepada CPM Asset Indonesia. Keputusan menjual itu dinilai sebagai strategi tepat, sebab selain mengantongi uang jumbo untuk menambah likuiditas, APLN juga sukses mengurangi beban utang dengan melunasi pinjaman Guthrie Venture Pte. Ltd. sebesar SGD172,8 juta.

Baca juga: Lunasi Utang, Agung Podomoro Jual Mal Central Park ke Perusahaan Jepang

Reza Fahmi Riawan, Senior Vice President Head and Bussines Development Division PT Henan Putihrai Asset Management (HPAM), menilai langkah APLN menjual CP Mall sebagai strategi yang menguntungkan perseroan. Selain bisa melunasi utang, kas APLN juga bakal makin tebal, sehingga memperkuat upaya manajemen dalam mengeksekusi rencana strategis dan membiayai ekspansi bisnis.

"Ini adalah transaksi premium dengan dampak positif yang besar bagi APLN. Kemitraan dengan investor properti dari Jepang juga bisa membuka potensi kerja sama lain di masa depan," ujar Reza, Selasa (18/10/2022).

APLN melepas CP Mall kepada CPM Asset Indonesia. Sebelumnya Hankyu Hanshin Properties Co., Ltd. melalui anak usahanya, CPM Assets Japan LLC telah mengakuisisi mayoritas saham CPM Asset Indonesia. Pasca-akuisisi itu APLN masih menggenggam 28,58% saham CPM Asset Indonesia.

“Sebagai perusahaan properti, kami berusaha untuk selalu mengoptimalkan setiap peluang bisnis, termasuk dalam divestasi CP Mall. Kami optimistis berbagai langkah strategis yang dilakukan perusahaan akan semakin memperkuat kinerja dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelas Bacelius Ruru, Direktur Utama APLN.

CP Mall yang mulai beroperasi pada 9 September 2009 memiliki total luas yang dapat disewakan lebih dari 128 ribu M2, dan pada bulan Agustus 2022 tingkat okupansinya mencapai hampir 95%. Pusat perbelanjaan ini berada di kawasan Podomoro City Jakarta yang dilengkapi dengan apartemen, hotel, dan ruang perkantoran. Penghuni kawasan Podomoro City mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.

Saat ini APLN termasuk salah satu raksasa properti yang sangat agresif dalam membangun proyek-proyek baru. Berbagai proyek propertinya terbentang dari Medan, Batam, Jakarta, Bogor, Depok, Karawang, Bandung, Samarinda dan Balikpapan.

Hingga semester I-2022 APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,20 triliun, naik 41,7% dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,55 triliun. Perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan laba kotor hingga 56,0% dari Rp562,2 miliar pada semester I tahun lalu menjadi Rp877,0 miliar di tahun ini. Sehingga margin laba kotor ikut meningkat menjadi 39,8% dari sebelumnya 36,2%.

Meningkatnya kinerja laporan keuangan APLN pada semester I-2022 juga ditopang oleh membaiknya segmen bisnis jasa perhotelan dan pusat perbelanjaan. Pada periode ini, perusahaan mencatat pendapatan berulang dari kedua segmen bisnis tersebut mencapai Rp652,6 miliar, meningkat 28,9% dibandingkan semester I-2021 sebesar Rp506,4 miliar.

Dari berbagai proyek propertinya, sampai bulan Juli 2022, perusahaan telah membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) di luar PPN sebesar Rp1,32 triliun, naik 19,3% daripada periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,10 triliun. Laporan keuangan Juni 2022 mencatat dana kas dan setara kas perseroan mencapai sekitar Rp1,03 triliun.

Baca juga: 5 Komandan Kopassus Termuda Sepanjang Sejarah, Terakhir Usianya 31 Tahun

"Sektor properti akan selalu memiliki daya tarik yang besar mengingat populasi yang terus bertambah. Apalagi tingkat backlog properti menurut data Badan Pusat Statistik sudah mencapai 2 juta," jelas Reza.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Mengukur Potensi Properti...
Mengukur Potensi Properti dan Bisnis dari Arah Perkembangan Kawasan
Kuartal Pertama 2026,...
Kuartal Pertama 2026, LPKR Bukukan Pendapatan Rp1,80 T dan Laba Bersih Rp107 M
Menangkap Peningkatan...
Menangkap Peningkatan Kebutuhan Kawasan Komersil lewat Pendekatan 24/7 Urban Hub
3 Investor Baru IKN...
3 Investor Baru IKN Siap Tanam Investasi, Bangun Mal hingga Fasilitas Olahraga
Iduladha, The Park Pejaten...
Iduladha, The Park Pejaten Bagikan Hewan Kurban bagi Masyarakat Sekitar
Razia Pak Ogah di Pusat...
Razia 'Pak Ogah' di Pusat Perbelanjaan Tanah Abang
Mal Ciputra Cibubur...
Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Api Diduga dari Percikan Las
Rekomendasi
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved