Orang Terkaya Sejagat Memperingatkan Resesi Global Akan Berkepanjangan hingga 2024

Minggu, 23 Oktober 2022 - 15:06 WIB
loading...
Orang Terkaya Sejagat...
Pendiri dan CEO Tesla, Elon Musk menilai penurunan ekonomi global bisa berlangsung selama satu setengah tahun lagi. Foto/Dok
A A A
CALIFORNIA - Pendiri dan CEO Tesla, Elon Musk menilai penurunan ekonomi global bisa berlangsung selama satu setengah tahun lagi. Melalui cuitannya di Twitter, eksekutif produsen mobil listrik dan orang terkaya sejagat memperingatkan, bahwa resesi ekonomi global bisa berlanjut hingga musim semi 2024.

Baca Juga: Peringatan Resesi Global Berbunyi di Tengah Perang Rusia Ukraina, Ekonom: Belum

Pernyataan ini sebagai respons atas tweet dari Shibetoshi Nakamoto, nama online untuk co-creator Dogecoin, Billy Markus yang mengungkapkan, bahwa jumlah virus Corona saat ini telah cukup rendah. "Saya kira yang harus kita khawatirkan sekarang adalah resesi global dan kiamat nuklir yang akan datang."

"Pasti akan menyenangkan memiliki satu tahun tanpa peristiwa global yang mengerikan," jawab Musk.

Pemilik Tesla di Silicon Valley, sebuah akun Twitter dengan hampir 600.000 pengikut, kemudian bertanya kepada Musk berapa lama dia pikir resesi akan berlangsung, yang dia jawab, "Hanya menebak-nebak, tetapi mungkin sampai musim semi'24."

PDB global tercatat tumbuh 6% pada tahun 2021, tetapi diperkirakan akan melambat menjadi 3,2% tahun ini dan 2,7% pada tahun 2023, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Hal itu akan menandai laju pertumbuhan terlemah sejak 2001 di luar krisis keuangan pada 2008 dan penurunan singkat pada hari-hari awal pandemi Covid.

Baca Juga: Bos Bank Dunia Kasih Peringatan: Bagi Banyak Negara, Resesi Akan Sulit Dihindari

Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika memproyeksikan PDB di AS hanya tumbuh 0,2% tahun ini dan 1,2% pada 2023.

Musk menjadi yang terbaru, sebagai bos perusahaan raksasa yang mengungkapkan keraguan tentang ekonomi. Sebelumnya dalam sebuah tweet pada hari Rabu, pendiri Amazon, Jeff Bezos mengatakan, sudah waktunya untuk "menekan palka" dalam persiapan menghadapi perairan ekonomi yang sulit ke depannya.

Tweet itu menyertai video CEO Goldman Sachs, David Solomon yang mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC, bahwa menurutnya ada resesi berpeluang besar terjadi di AS. Selain itu CEO JPMorgan, Chase Jamie Dimon juga telah memperingatkan gejolak ekonomi beberapa tahun ke depan.

Komentar Musk juga datang di tengah minggu yang sulit bagi Tesla, lantaran saham pembuat mobil listrik itu meleset dari perkiraan pendapatan dan memperingatkan tentang potensi penurunan pengiriman pada tahun ini.

Terkait dengan proyeksi para analis, Musk menyatakan lebih percaya pada ekonomi AS daripada bagian lain dunia. Dia juga mencatat dampak kenaikan suku bunga terhadap perekonomian.

"AS sebenarnya berada di - Amerika Utara dalam kesehatan yang cukup baik," katanya.

"Sedikit dari itu menaikkan suku bunga lebih dari yang seharusnya, tetapi saya pikir mereka pada akhirnya akan menyadarinya dan menurunkan kembali, saya pikir," bebernya.

Namun, dia mengatakan, China berada dalam "semacam ledakan resesi" yang didorong oleh pasar real estat, sementara Eropa "memiliki semacam resesi, didorong oleh energi."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Gara-gara AI, Jumlah...
Gara-gara AI, Jumlah Miliarder Dunia Bakal Meledak 25%! Anda Termasuk?
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Rekomendasi
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved