Harga Minyak Dunia Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol USD91,50 per Barel
Senin, 24 Oktober 2022 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Seiring proyeksi tersebut, bank sentral Amerika Serikat / Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mengurangi persentase suku bunganya menjelang pertemuan November.
Perlambatan kenaikan suku bunga Fed dapat mengurangi kekuatan dolar AS, yang pada akhirnya membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Baca Juga: Gas Rusia Berhenti Mengalir, Kroasia Jadi Gerbang Energi Eropa Timur
Untuk mengantisipasi kenaikan harga, Presiden Joe Biden sebelumnya telah mengumumkan penjualan sisa cadangan minyak strategis sebesar 15 juta barel, sehingga total yang dilepas adalah sebanyak 180 juta barel terhitung sejak Mei lalu.
Biden menyatakan tujuan pelepasan ini adalah agar Paman Sam dapat mengisi kembali tanki minyak mereka ketika harga minyak mentah AS berada di level USD70 per barel.
Perlambatan kenaikan suku bunga Fed dapat mengurangi kekuatan dolar AS, yang pada akhirnya membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Baca Juga: Gas Rusia Berhenti Mengalir, Kroasia Jadi Gerbang Energi Eropa Timur
Untuk mengantisipasi kenaikan harga, Presiden Joe Biden sebelumnya telah mengumumkan penjualan sisa cadangan minyak strategis sebesar 15 juta barel, sehingga total yang dilepas adalah sebanyak 180 juta barel terhitung sejak Mei lalu.
Biden menyatakan tujuan pelepasan ini adalah agar Paman Sam dapat mengisi kembali tanki minyak mereka ketika harga minyak mentah AS berada di level USD70 per barel.
Lihat Juga :