Strategi UMi Bebaskan 5 Juta Usaha Mikro yang Terjerat Rentenir dengan Bunga 500%

Senin, 24 Oktober 2022 - 17:53 WIB
loading...
Strategi UMi Bebaskan 5 Juta Usaha Mikro yang Terjerat Rentenir dengan Bunga 500%
Holding Ultra Mikro terus memperluas akses keuangan pelaku usaha mikro. Foto/Ilustrasi/Dok
A A A
JAKARTA - Holding Ultra Mikro (UMi) yang merupakan sinergi BRI sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir dengan tujuan untuk mewujudkan layanan keuangan yang lengkap, terintegrasi, dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha.

Baca juga: Pegadaian Kembali Gelar Festival Pasar Senyum Rakyat di Denpasar

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menyampaikan, inisiatif UMi menjadi inovasi perseroan untuk menyasar kalangan masyarakat unbankable dan meningkatkan inklusi keuangan. Dirinya ingin masyarakat yang dahulu harus menanggung beban bunga besar karena meminjam dana ke rentenir beralih menjadi nasabah ultra mikro.

“Holding UMi juga menargetkan mereka yang sekarang ada di rentenir. Betapa tidak efisiennya mereka bayar bunga 500% setahun. Bagaimana jika mereka kita mudahkan aksesnya, masuk ke lembaga keuangan formal, maka mereka akan menambah margin,” terang Supari dikutip MPI, Senin (24/10/22).

Berdasarkan riset yang dilakukan BRI, masih ada lima juta usaha mikro yang dilayani rentenir dengan bunga tinggi, ada tujuh juta yang larinya ke keluarga dan kerabat. Ada juga 18 juta yang belum tersentuh keuangan formal. Sebanyak total 30 juta pelaku ini yang akan menjadi target nasabah dari Holding UMi. Pada tahap selanjutnya, holding UMi diproyeksikan akan mampu melayani total 45 juta nasabah.

Supari menambahkan terdapat tiga strategi quick wins untuk menyukseskan target nasabah Holding UMi. Pertama, integrasi layanan antara BRI, Pegadaian, dan PNM melalui co-location Sentra Layanan Ultra Mikro (SENYUM).

Baca juga: Ilmuwan Temukan Planet Seempuk Marshmallow di Dekat Bintang Katai

Kedua yaitu tenaga pemasar yang aktif mendampingi dan mendorong pelaku usaha ultra mikro untuk meningkatkan skala bisnisnya. Ketiga adalah data yang sangat besar dari tiga entitas yang tehitung sebesar 25 juta bisa digunakan untuk meningkatkan kebutuhan literasi pemberdayaan mereka.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1471 seconds (10.55#12.26)