Pelaku UMKM Mulai Rasakan Manfaat Program PEN
Senin, 06 Juli 2020 - 18:52 WIB
loading...
Pelaku usaha yang mengaku pendapatanya berkurang hingga 90% terbantu oleh program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk pelaku KUMKM. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 memang begitu dahsyat hingga menerpa hampir seluruh pelaku UMKM di Indonesia. Akan tetapi pelaku usaha yang mengaku pendapatanya berkurang hingga 90% terbantu oleh program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk pelaku KUMKM.
"Pendapatan warung kelontong milik saya drop hingga 90%. Untungnya, ada kebijakan dari pemerintah, yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk pelaku KUMKM, yang amat meringankan beban dengan subsidi bunga cicilan," ungkap Zaenab, seorang pelaku usaha kecil penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI.
Hal itu dikatakan Zaenab kepada wartawan, di hadapan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan dan Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari, di Pusat Informasi Pemulihan Ekonomi Koperasi dan UMKM, di kantor Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Senin (6/7/2020).
(Baca Juga: Tiga Fokus Pemulihan Ekonomi Sektor UMKM Dikawal Menteri Teten )
Menurut Zaenab, cicilan KUR yang diperolehnya pada 31 Juli 2019 sebesar Rp2,485 juta perbulan, mendapat penundaan angsuran selama enam bulan ke depan. "Saya juga mendapat subsidi tambahan sebesar Rp2,1 juta. Jadi, angsuran perbulan yang harus saya bayar hanya Rp300 ribuan saja", ucap Zaenab.
Hal serupa dialami Dedi Achyadi, pelaku usaha warung kelontong di pasar tradisional yang juga mengalami penurunan omzet secara drastis selama pandemi Covid-19. "Saya nyaris bangkrut," keluh Dedi.
(Baca Juga: Sri Mulyani Tekankan UMKM Jadi Prioritas Penerima Manfaat Pemulihan Ekonomi )
"Pendapatan warung kelontong milik saya drop hingga 90%. Untungnya, ada kebijakan dari pemerintah, yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk pelaku KUMKM, yang amat meringankan beban dengan subsidi bunga cicilan," ungkap Zaenab, seorang pelaku usaha kecil penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI.
Hal itu dikatakan Zaenab kepada wartawan, di hadapan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan dan Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari, di Pusat Informasi Pemulihan Ekonomi Koperasi dan UMKM, di kantor Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Senin (6/7/2020).
(Baca Juga: Tiga Fokus Pemulihan Ekonomi Sektor UMKM Dikawal Menteri Teten )
Menurut Zaenab, cicilan KUR yang diperolehnya pada 31 Juli 2019 sebesar Rp2,485 juta perbulan, mendapat penundaan angsuran selama enam bulan ke depan. "Saya juga mendapat subsidi tambahan sebesar Rp2,1 juta. Jadi, angsuran perbulan yang harus saya bayar hanya Rp300 ribuan saja", ucap Zaenab.
Hal serupa dialami Dedi Achyadi, pelaku usaha warung kelontong di pasar tradisional yang juga mengalami penurunan omzet secara drastis selama pandemi Covid-19. "Saya nyaris bangkrut," keluh Dedi.
(Baca Juga: Sri Mulyani Tekankan UMKM Jadi Prioritas Penerima Manfaat Pemulihan Ekonomi )
Lihat Juga :