Penguatan IHSG Hari Ini Masih terbatas, Cek 4 Saham Pilihan Analis
Selasa, 25 Oktober 2022 - 08:30 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa pagi (25/10), berpeluang menguat terbatas. Secara teknikal, IHSG menunjukkan trend bullish. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan Selasa pagi (25/10), berpeluang menguat terbatas. Secara teknikal, IHSG menunjukkan trend bullish selama berada di atas 6.995.
Baca Juga: Konsisten di Area Hijau, IHSG Hari Ini Ditutup Menguat di 7.053
Namun jika bisa ditutup harian di atas level 6.995, IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091, 7.135. Apabilla gagal, IHSG rawan menuju 6.958, 6.902.
“Resistance pada perdagangan Selasa (25/10) di level 7.091, 7.135, 7.167, 7.217 dengan support 7.044, 7.007, 6.958, 6.917. Adapun perkiraan range pada hari ini di rentang 7.010 - 7.100,” kata Andri dalam riset, Selasa (25/10/2022).
Baca Juga: Wall Street Menguat di Tengah Harapan Kebijakan The Fed Akan Melunak
Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan sejumlah sentimen dapat menjadi penggerak seperti China yang melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,9% year-on-year (YoY) pada kuartal ketiga 2022, di atas ekspektasi. Adapun Indonesia mencatat kenaikan investasi asing (FDI) sebesar 63,6% YoY pada periode kuartal ketiga.
Baca Juga: Konsisten di Area Hijau, IHSG Hari Ini Ditutup Menguat di 7.053
Namun jika bisa ditutup harian di atas level 6.995, IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091, 7.135. Apabilla gagal, IHSG rawan menuju 6.958, 6.902.
“Resistance pada perdagangan Selasa (25/10) di level 7.091, 7.135, 7.167, 7.217 dengan support 7.044, 7.007, 6.958, 6.917. Adapun perkiraan range pada hari ini di rentang 7.010 - 7.100,” kata Andri dalam riset, Selasa (25/10/2022).
Baca Juga: Wall Street Menguat di Tengah Harapan Kebijakan The Fed Akan Melunak
Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan sejumlah sentimen dapat menjadi penggerak seperti China yang melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,9% year-on-year (YoY) pada kuartal ketiga 2022, di atas ekspektasi. Adapun Indonesia mencatat kenaikan investasi asing (FDI) sebesar 63,6% YoY pada periode kuartal ketiga.
Lihat Juga :