Hadapi Tantangan Ekonomi Global, BRI Siapkan 4 Mitigasi Risiko
Rabu, 26 Oktober 2022 - 18:35 WIB
loading...
Direktur Utama BRI Sunarso. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Tantangan ekonomi terbesar saat ini datang dari eksternal, terutama inflasi yang sangat tinggi dan direspons oleh berbagai bank sentral dengan cara meningkatkan suku bunga. Selain itu, tantangan juga datang dari konflik Ukraina dan Rusia yang memicu dan mengakibatkan krisis pangan dan energi.
Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan untuk menghadapi situasi ekonomi saat ini karena tantangan-tantangan ke depan, pihaknya telah memetakan kondisi melalui empat matriks yang menjadi dasar antisipasi atau mitigasi risiko.
"Oleh karena itu, BRI menyediakan coverage ratio terhadap NPL yang mencapai 266%, angka tersebut lebih dari cukup. Maka jika terjadi pemburukan situasi, maka BRI aman, dan nasabah juga aman. Kemudian tumbuh secara selektif, dengan pemantuan kualitas pinjaman yang intensif," kata dia, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani: Dunia Idap Inflasi Kronis Terburuk dalam 40 Tahun
Kedua, kondisi ekonomi membaik dengan inflasi terkendali dibarengi kualitas kredit membaik. Maka, langkah yang diambil adalah mempercepat proses write-offs supaya mendapat recovery rate yang lebih tinggi. Namun menurunkan coverage ratio, mengurangi bantalan untuk tumbuh.
Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan untuk menghadapi situasi ekonomi saat ini karena tantangan-tantangan ke depan, pihaknya telah memetakan kondisi melalui empat matriks yang menjadi dasar antisipasi atau mitigasi risiko.
"Oleh karena itu, BRI menyediakan coverage ratio terhadap NPL yang mencapai 266%, angka tersebut lebih dari cukup. Maka jika terjadi pemburukan situasi, maka BRI aman, dan nasabah juga aman. Kemudian tumbuh secara selektif, dengan pemantuan kualitas pinjaman yang intensif," kata dia, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani: Dunia Idap Inflasi Kronis Terburuk dalam 40 Tahun
Kedua, kondisi ekonomi membaik dengan inflasi terkendali dibarengi kualitas kredit membaik. Maka, langkah yang diambil adalah mempercepat proses write-offs supaya mendapat recovery rate yang lebih tinggi. Namun menurunkan coverage ratio, mengurangi bantalan untuk tumbuh.
Lihat Juga :