Profesi Unik Shoji Morimoto, Kantongi Uang Jutaan Tanpa Lakukan Apa-apa

Kamis, 27 Oktober 2022 - 15:14 WIB
loading...
Profesi Unik Shoji Morimoto,...
Shoji Morimoto duduk menemani kliennya di sebuah kafe di Tokyo, Jepang, 31 Agustus 2022. Foto/Reuters/Kim Kyung-Hoon
A A A
JAKARTA - Bagi sebagian orang, profesi yang dilakoni Shoji Morimoto mungkin bisa dipandang sebagai pekerjaan impian: Dia dibayar untuk 'tidak melakukan apa pun'.

Warga Tokyo berusia 38 tahun ini mengenakan biaya sewa sebesar 10.000 yen, sekitar USD71 atau sekira Rp1.065.000 (kurs Rp15.000/USD), per pemesanan. Dalam setiap sesi, Morimoto kebanyakan hanya menemani klien dan menjadi pendamping.

Baca Juga: 10 Pekerjaan Impian Unik yang hanya Ditemukan di Anime

"Pada dasarnya, saya menyewakan diri sendiri. Pekerjaan saya adalah berada di mana pun klien saya menginginkan saya dan tidak melakukan apa pun secara khusus," jelas Morimoto kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa dia telah menangani sekitar 4.000 sesi dalam empat tahun terakhir.

Bertubuh kurus dengan penampilan rata-rata, Morimoto sekarang memiliki hampir seperempat juta pengikut di Twitter, tempat ia menemukan sebagian besar kliennya. Kira-kira seperempat dari mereka adalah pelanggan tetap, termasuk yang telah mempekerjakannya sebanyak 270 kali.

Pekerjaannya, antara lain, telah membawanya ke taman dengan seseorang yang ingin bermain jungkat-jungkit. Dia juga pernah hanya melambaikan tangan ke jendela kereta api pada orang asing yang menginginkan salam perpisahan.

Akan tetapi, 'tidak melakukan apapun' bukan berarti Morimoto bersedia melakukan apapun yang diminta klien. Dia antara lain pernah menolak tawaran untuk memindahkan lemari es, pergi ke Kamboja, dan dia juga tidak menerima permintaan yang bersifat seksual.

Dalam salah satu sesi pekerjaannya, Morimoto duduk di seberang Aruna Chida, seorang analis data berusia 27 tahun yang mengenakan pakaian khas India, sari, menemaninya mengobrol ringan sambil minum teh dan kue.

Sesi itu didasari keinginan Chida untuk mengenakan pakaian India di depan umum, tetapi khawatir akan mempermalukan teman-temannya. Jadi, dia berpaling ke Morimoto untuk menemaninya dalam mewujudkan keinginan tersebut.

"Dengan teman-teman saya, saya merasa harus menghibur mereka, tetapi dengan tukang sewa (Morimoto) saya tidak merasa perlu untuk mengobrol," kata Chida.

Sebelum Morimoto menemukan panggilan sejatinya, dia bekerja di sebuah perusahaan penerbitan dan sering dicaci karena "tidak melakukan apa-apa".

Baca Juga: Ini Empat Tips bagi Fresh Graduate untuk Raih Pekerjaan Impian

"Saya mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika saya memberikan kemampuan saya untuk 'tidak melakukan apa-apa' sebagai layanan kepada klien," katanya.

Bisnis pertemanan sekarang menjadi satu-satunya sumber pendapatan Morimoto, yang dengannya dia menghidupi istri dan anaknya. Meskipun dia menolak untuk mengungkapkan berapa banyak yang dia hasilkan, dia mengatakan dia melihat sekitar satu atau dua klien sehari.

Saat ia menghabiskan hari Rabu tanpa melakukan apa-apa di Tokyo, Morimoto merenungkan sifat aneh pekerjaannya dan tampaknya mempertanyakan masyarakat yang menghargai produktivitas dan mencemooh ketidakbergunaan.

"Orang cenderung berpikir bahwa 'tidak melakukan apa-apa' saya itu berharga karena berguna (bagi orang lain) ... Tapi tidak apa-apa untuk benar-benar tidak melakukan apa-apa. Orang tidak harus berguna dengan cara tertentu," katanya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Jalin Kerja Sama Strategis,...
Jalin Kerja Sama Strategis, Pegadaian dan SMBC Corporation Tandatangani Nota Kesepahaman
Investasi Jepang Rp370...
Investasi Jepang Rp370 Triliun Bakal Guyur Indonesia, Sektor Apa Saja?
Bahlil Sebut Kunjungan...
Bahlil Sebut Kunjungan Prabowo ke Jepang Percepat Transisi Energi dan Pengembangan Blok Masela
Prabowo Persilakan Pengusaha...
Prabowo Persilakan Pengusaha Jepang Laporkan Kendala Investasi di Indonesia
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Rekomendasi
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved