Di Tengah Tekanan Ekonomi Global, TPIA Raih Pendapatan Rp29,4 Triliun
Senin, 31 Oktober 2022 - 22:19 WIB
loading...
Salah satu unit usaha Chandra Asri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggapai pendapatan bersih sebesar USD1,9 miliar atau sekitar Rp29,4 triliun (kurs Rp15.500) di kuartal III-2022. Angka itu naik 3,5% dibanding periode sama tahun lalu yang USD1,8 miliar. Sementara posisi EBITDA perseroan mencapai USD11,1 juta.
Baca juga: Kemenperin Dukung Pengolahan Sampah Plastik untuk Tambah Nilai Produk
Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Suryandi menyebutkan, sampai dengan sembilan bulan tahun ini, keadaan makro ekonomi global masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. TPIA menghadapi tantangan eksternal selama sembilan bulan tahun ini dari harga minyak mentah yang tetap tinggi rata-rata di atas USD100 per barel (sekitar 51% lebih tinggi dari 9 bulan tahun 2021).
Selain itu, terdapat permintaan yang rendah dari China karena lockdown dan efek musiman Lebaran. Sementara itu, spread produk tetap rendah dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan dan margin yang terkompresi.
Dengan tantangan yang berat itu, membuat beban pokok pendapatan meningkat 24,3% menjadi USD1.956,5 juta di kuartal III-2022, dari posisi USD 1.547,4 juta pada periode sama tahun lalu.
Baca juga: Kemenperin Dukung Pengolahan Sampah Plastik untuk Tambah Nilai Produk
Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Suryandi menyebutkan, sampai dengan sembilan bulan tahun ini, keadaan makro ekonomi global masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. TPIA menghadapi tantangan eksternal selama sembilan bulan tahun ini dari harga minyak mentah yang tetap tinggi rata-rata di atas USD100 per barel (sekitar 51% lebih tinggi dari 9 bulan tahun 2021).
Selain itu, terdapat permintaan yang rendah dari China karena lockdown dan efek musiman Lebaran. Sementara itu, spread produk tetap rendah dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan dan margin yang terkompresi.
Dengan tantangan yang berat itu, membuat beban pokok pendapatan meningkat 24,3% menjadi USD1.956,5 juta di kuartal III-2022, dari posisi USD 1.547,4 juta pada periode sama tahun lalu.
Lihat Juga :