Dukung Energi Terbarukan, Mandiri Investasi Resmikan PLTMH Koro Kabalo 2,2 MW
Rabu, 02 November 2022 - 15:30 WIB
loading...
Mandiri Investasi mendukung pembangunan PLTMH Koro Kabalo kapasitas 2,2 MW. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Koro Kabalo berkapasitas produksi 2,2 megawatt (MW). Infrastruktur ketenagalistrikan tersebut dikelola dalam portfolio Reksadana Penyertaan Terbatas Mandiri Infrastruktur Ekuitas (RDPT MIE).
"Kita lihat dan awasi bersama proyek ini saya optimis lokasi investasi yang dipilih juga berpengaruh," ujar Komisaris Mandiri Investasi Riki Frindos dalam keterangan resmi, Rabu (3/11/2022).
Baca Juga: Intip Kriteria PLTU Batu Bara yang Akan Segera Dipensiunkan
Menurut dia pasokan listrik dari pembangkit tersebut rencananya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Dipilihnya Sulteng bukan tanpa alasan, dinilai termasuk provinsi yang sangat baik dalam pengendalian inflasi secara nasional, dibuktikan dengan dua penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diperoleh Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2020 dan 2021 juga pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. "Selain itu wilayah tersebut juga memiliki potensi yang sangat baik dan akan menguntungkan ke depannya," kata dia.
Sementara, Direktur Utama Mandiri Investasi Aliyahdin Saugi menjelaskan salah satu sumber dana pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan itu, berasal dari Reksadana Penyertaan Terbatas Mandiri Infrastruktur Ekuitas (RDPT MIE) yang memang khusus didesain untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur yang mengedepankan ramah lingkungan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Kita lihat dan awasi bersama proyek ini saya optimis lokasi investasi yang dipilih juga berpengaruh," ujar Komisaris Mandiri Investasi Riki Frindos dalam keterangan resmi, Rabu (3/11/2022).
Baca Juga: Intip Kriteria PLTU Batu Bara yang Akan Segera Dipensiunkan
Menurut dia pasokan listrik dari pembangkit tersebut rencananya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Dipilihnya Sulteng bukan tanpa alasan, dinilai termasuk provinsi yang sangat baik dalam pengendalian inflasi secara nasional, dibuktikan dengan dua penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diperoleh Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2020 dan 2021 juga pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. "Selain itu wilayah tersebut juga memiliki potensi yang sangat baik dan akan menguntungkan ke depannya," kata dia.
Sementara, Direktur Utama Mandiri Investasi Aliyahdin Saugi menjelaskan salah satu sumber dana pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan itu, berasal dari Reksadana Penyertaan Terbatas Mandiri Infrastruktur Ekuitas (RDPT MIE) yang memang khusus didesain untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur yang mengedepankan ramah lingkungan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Lihat Juga :