Termakan Omongan Gubernur The Fed, Wall Street Dibuka Tertekan
Kamis, 03 November 2022 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Bursa saham Amerika Serikat pada awalnya sempat terdongkrak setelah pengumuman suku bunga The Fed ternyata sesuai yang diharapkan pasar, sekaligus berpotensi mengecil pada pertemuan kebijakan The Fed selanjutnya.
Optimisme itu dengan cepat dipadamkan menyusul komentar Gubernur The Fed, Jerome Powell yang mengatakan "sangat prematur" untuk membahas kapan bank sentral mungkin menghentikan kenaikan suku bunga.
Saat ini investor masih terbelah pandangan antara kemungkinan kenaikan suku bunga 50 bps dan 75 bps pada bulan Desember mendatang. Kendati demikian, kedua ekspektasi ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, yakni sebesar 4,50%-4,75%.
Sementara itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pekan lalu. Hal ini memberikan bukti lebih lanjut dari pasar tenaga kerja yang kuat di AS, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (3/11/2022).
Ke depan, pasar menantikan laporan nonfarm payrolls yang akan menunjukkan data pekerjaan lebih komprehensif pada Jumat depan. Ini akan menjadi penting karena investor mencoba untuk mengukur apakah kenaikan suku bunga The Fed telah secara signifikan mendinginkan perekonomian, atau justru semakin memanaskan kondisi yang ada.
Optimisme itu dengan cepat dipadamkan menyusul komentar Gubernur The Fed, Jerome Powell yang mengatakan "sangat prematur" untuk membahas kapan bank sentral mungkin menghentikan kenaikan suku bunga.
Saat ini investor masih terbelah pandangan antara kemungkinan kenaikan suku bunga 50 bps dan 75 bps pada bulan Desember mendatang. Kendati demikian, kedua ekspektasi ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, yakni sebesar 4,50%-4,75%.
Sementara itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pekan lalu. Hal ini memberikan bukti lebih lanjut dari pasar tenaga kerja yang kuat di AS, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (3/11/2022).
Ke depan, pasar menantikan laporan nonfarm payrolls yang akan menunjukkan data pekerjaan lebih komprehensif pada Jumat depan. Ini akan menjadi penting karena investor mencoba untuk mengukur apakah kenaikan suku bunga The Fed telah secara signifikan mendinginkan perekonomian, atau justru semakin memanaskan kondisi yang ada.
Lihat Juga :