Covid di China Membandel, Harga Minyak Dunia Longsor 1%

Senin, 07 November 2022 - 11:00 WIB
loading...
Covid di China Membandel,...
Harga minyak dunia turun pada perdagangan hari ini dipicu lonjakan Covid-19 di China. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah global turun lebih dari USD1 per hari setelah otoritas China akhir pekan lalu menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kebijakan pengetatan mobilitas untuk menahan laju Covid-19. Kebijakan tersebut membebani permintaan bahan bakar di China, yang notabene merupakan salah satu importir minyak terbesar dunia.

Data perdagangan menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Januari 2023 anjlok 1,17% di level USD97,42 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari turun 1,38% sebesar USD90,19 per barel.

"Harga minyak turun tajam karena pejabat China berjanji untuk tetap berpegang pada kebijakan nol COVID sementara kasus yang terinfeksi naik di China, yang dapat menyebabkan lebih banyak pembatasan, dan menggelapkan prospek permintaan," kata analis CMC Markets Tina Teng, dilansir Reuters, Senin (7/11/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Ngamuk, Gegara Aksi The Fed dan Covid China

Selain China, Tina mengamati lonjakan dolar AS juga membebani harga minyak. Diketahui pada Jumat pekan lalu, para pejabat bank sentral Amerika Serikat/Federal Reserve dalam pernyataannya mengindikasikan akan mempertimbangkan kembali kenaikan suku bunga mereka pada pertemuan selanjutnya.

Sebelumnya Brent dan WTI menguat pada minggu lalu, masing-masing naik 2,9% dan 5,4%, karena desas-desus tentang kemungkinan berakhirnya lockdown Covid yang ketat, yang pada akhirnya mendongkrak bursa saham dan harga komoditas China. Namun, pada konferensi pers Sabtu kemarin (5/11), pejabat kesehatan China mengatakan mereka akan bertahan dengan pendekatan antisipatif terkait kasus baru. Data perdagangan China pada Senin (7/11) dapat menunjukkan penurunan lebih lanjut terhadap ekspor karena permintaan global terus melemah.

"Pasar masih menghadapi tanda-tanda melemahnya permintaan minyak dari harga yang sudah tinggi dan latar belakang ekonomi yang lemah di sejumlah pasar negara maju," kata analis ANZ dalam sebuah catatan, menambahkan permintaan di Eropa dan Amerika Serikat telah turun kembali ke level tahun 2019.

Baca Juga: Ledakan Covid Kembali Serang China, Harga Minyak Ambrol 1,12%

Satu hal yang mengimbangi penurunan harga datang dari ekspektasi pasokan yang lebih ketat karena embargo Uni Eropa terhadap ekspor minyak mentah Rusia akan mulai berlaku pada 5 Desember, sementara kilang di seluruh dunia telah beranjak untuk meningkatkan produksi mereka demi mengantisipasi kelangkaan pasokan.

Seperti misalnya, pabrik penyulingan minyak di AS pada kuartal ini telah menjalankan pabrik mereka pada kapasitas yang cukup tinggi di atas 90% dari total kapasitas, sementara pengilangan swasta terbesar di China, Zhejiang Petroleum and Chemical Co (ZPC) dikabarkan juga meningkatkan produksi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Rekomendasi
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Shakira Buka Piala Dunia...
Shakira Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler, Cetak Sejarah Baru di FIFA
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved