Lewat G20 Indonesia Siap Gerakkan Ekonomi Dunia

Senin, 07 November 2022 - 14:21 WIB
loading...
Lewat G20 Indonesia...
Indonesia siap melakukan perannya dalam perekonomian dunia. Foto/istockphoto
A A A
JAKARTA - Lewat momentum Presidensi G20 di Bali, Indonesia siap untuk menggerakkan perekonomian dunia dan berperan dalam mengatasi krisis global. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Usman Kansong mengatakan, Indonesia memiliki peran dalam G20 karena dari skala ekonominya mampu untuk memberikan dampak besar bagi perekonomian dunia.

Baca juga: Percakapan Seputar G20 Akan Dipantau Fenometer

Buktinya adalah mengenai gagasan pembuatan dana abadi, yang ternyata diusulkan oleh Indonesia. “Indonesia berhasil mengajak G20 membuat dana abadi, yang digunakan untuk ancang-ancang, semisalnya pandemi masih berlangsung, “ ungkapnya, dalam keterangan terulis, Senin (7/11/2022).

Pertemuan G20 sendiri menurut Usman Kansong berhasil membuka dan juga memperluas banyak sekali lapangan pekerjaan. Terlebih, sebagai tuan rumah, Indonesia sama sekali enggan jika pertemuan berskala Internasional tersebut hanyalah merupakan ajang adu gagasan saja dengan konsep yang masih belum jelas.

Makanya Indonesia terus mendorong supaya negara-negara anggota G20 benar-benar bisa menunjukkan hasil yang konkret demi perubahan dunia. Usman menambahkan bahwa produk domestik bruto (PDB) di Indonesia terus mengalami peningkatan yang menunjukkan kalau fundamental ekonomi bangsa ini sangat bagus.

Dengan adanya data itu, secara otomatis mampu menggerakkan perekonomian dunia karena juga ada penambahan pada nilai pasar unit usaha barang dan jasa pada suatu negara. Usman Kansong juga menegaskan bahwa forum KTT G20 bukan hanya membuat Indonesia akan berperan bagi perekonomian dunia saja.

Jika ada hal-hal lain seperti konflik global yang juga dampaknya mampu memengaruhi ekonomi, pasti akan langsung diperhatikan. “Walaupun G20 ini fokusnya terhadap perekonomian negara, namun jika terjadi dampak dari konflik global, akan tetap diperhatikan. Apalagi berdampak buruk bagi ekonomi,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo juga menyatakan bahwa dirinya memang mengundang seluruh pemimpin ekonomi dunia dengan tujuan agar bisa melakukan pemulihan global yang jauh lebih kuat.

“Saya mengundang seluruh pemimpin ekonomi dunia untuk berkontribusi pada Presidensi G20 untuk memastikan pemulihan global yang lebih kuat, yang lebih inklusif. Kerja sama tidak hanya antara pemerintah, not only G-to-G but also G-to-B, or even B-to-B,” ujarnya.

Puncak penyelenggaraan acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan dilakukan pada tanggal 15 hingga 16 November 2022 mendatang. Indonesia sebagai tuan rumah sekaligus presidensinya telah menyiapkan setidaknya tiga fokus utama kajian yang akan dibahas.

Baca juga: Naik Pangkat, 19 Kolonel TNI AD Resmi Pecah Bintang

Pertama adalah mengenai promosi produktivitas, kemudian peningkatan ketahanan dan stabilitas, hingga upaya memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan cara yang inklusif. Sebagai wakil dari negara berkembang, Indonesia bahkan secara substansial benar-benar berkontribusi untuk memunculkan beragam solusi bagi krisis multidimensional dunia.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved