10 Pengusaha Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2022, Ada 2 Wakil Indonesia

Senin, 14 November 2022 - 10:33 WIB
loading...
A A A
Pencapaian itu sebagian besar berkat saluran penjualan daigou yang menghasil keuntungan—agen belanja di Australia yang membeli atas nama pelanggan China.

Bubs bersiap mencetak pertumbuhan yang lebih cepat setelah AS meluncurkan Operation Fly Formula, dalam kemitraan dengan produsen luar negeri, untuk mengatasi kekurangan secara nasional di awal tahun ini.

Pada bulan Mei, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden men-tweet "Saya mendapat lebih banyak kabar baik: 27,5 juta botol susu formula bayi yang diproduksi oleh Bubs Australia akan datang ke Amerika Serikat."

Pemerintahannya mencarter penerbangan untuk memindahkan produk Bubs melintasi Samudra Pasifik dalam kesepakatan yang diperkirakan akan menghasilkan lebih dari 55 juta dolar Australia dalam penjualan selama enam bulan.

Dengan kontribusi perdana dari AS, pendapatan Bubs diperkirakan akan melonjak lebih dari 80% menjadi 162 juta dolar Aussie secara tahunan yang berakhir Juni 2023, dan mencapai 217 juta dolar Australia pada tahun berikutnya. Hal ini disampaikan broker Australia PAC Partners dalam sebuah catatan penelitian pada bulan Agustus.

Melihat pasar AS sebagai pilar pertumbuhan baru, Bubs pada awal Oktober secara resmi meminta persetujuan Food & Drug Administration untuk mendapatkan akses permanen ke ekonomi terbesar di dunia. Perusahaan ini bekerja dengan pengecer untuk membuat produknya tersedia di 6.500 toko di 42 negara bagian Amerika.

Pada bulan Juli, Bubs mengumpulkan 63 juta dolar Aussie dengan menjual saham kepada investor institusional dan ritel untuk mendanai modal kerja dan melipatgandakan kapasitas manufakturnya untuk memenuhi permintaan.

"Saya dulu bermimpi menjadi 1 million [dollar business]," kata Carr.

"Sekarang aku berpikir, apa selanjutnya? Kita akan berada di 1 miliar dan berpikir apa selanjutnya. Dan saya pikir itu dalam jangkauan saya saat ini," sambungnya.

4. Choi Soo-yeon

CEO, Naver
Umur: 41 Tahun
Negara: Korea Selatan

Choi ditunjuk pada bulan Maret untuk menduduki posisi teratas di perusahaan internet terbesar Korea Selatan (kapitalisasi pasar) dan grup terbesar kelima di negara itu setelah chaebol Samsung, SK, Hyundai dan LG. Dia mengambil kendali dari Han Seong-sook yang berusia 55 tahun, pemimpin wanita pertama Naver.

Choi, yang sebelumnya memimpin global business support Naver, ditugaskan untuk mempelopori ekspansi ke luar Asia, di mana ia mengoperasikan search engine dominan Korea Selatan (digunakan oleh lebih dari 30 juta orang setiap hari, atau hampir 60% dari populasi negara itu) dan Line, salah satu aplikasi perpesanan paling populer di Asia, yang beroperasi dengan SoftBank.

10 Pengusaha Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2022, Ada 2 Wakil Indonesia


Keputusan besar pertama Choi sebagai CEO, Naver yakni mengumumkan pada bulan Oktober bahwa mereka membeli clothing marketplace Poshmark yang berbasis di California, dimana memiliki lebih dari 80 juta pengguna terdaftar dalam kesepakatan senilai sekitar USD1.2 miliar.

Setelah selesai, langkah itu menjadi akuisisi terbesar Naver sejauh ini, menggabungkan layanan belanja dengan teknologi e-commerce Naver. CEO Milenial ini memiliki rencana ambisius untuk Naver.

Pada bulan April, hanya sebulan setelah mendapatkan pekerjaan barunya, dia menetapkan target lebih dari dua kali lipat pendapatan secara tahunan menjadi 15 triliun won (sekitar USD12 miliar) dalam waktu lima tahun.

"Portofolio bisnis Naver, kepemimpinan teknologi, dan kemitraan yang kuat di Korea dan luar negeri akan menciptakan sinergi untuk membantu kami tumbuh beberapa kali lipat," kata Choi dalam sebuah pernyataan usai mengumumkan target tersebut.

Pada kuartal kedua tahun ini, Naver mencetak kenaikan pendapatan sebesar 23% tahun ini menjadi 2 triliun won, dipimpin oleh pertumbuhan lebih dari 136% dalam bisnis webnya. Penjualan tahun lalu tumbuh sekitar 29% menjadi 6,8 triliun won.

Dalam meningkatkan platform webtoonnya, Naver mengatakan, pada bulan April bahwa perusahaan akan terus melakukan akuisisi terkait konten, seperti pembelian platform baru internet Wattpad yang berbasis di Toronto senilai USD600 juta tahun lalu.

Perusahaan juga berencana untuk mengembangkan platform metaverse-nya Zepeto secara global dan berinvestasi dalam bisnis terkait, seperti game online dan realitas virtual.

Choi, yang memperoleh gelar dari Harvard Law School dan Yonsei University Law School di Seoul, adalah seorang pengacara di Yulchon, salah satu firma hukum terbesar di Korea Selatan, sebelum bergabung dengan Naver pada tahun 2019. Meskipun tidak biasa bagi seorang pengacara untuk menjadi CEO sebuah perusahaan teknologi besar, Choi adalah pengacara kedua yang memimpin Naver setelah Kim Sang-hun, mantan hakim.

Di awal karirnya, Choi bekerja di bidang komunikasi dan pemasaran di NHN, yang terbagi menjadi dua perusahaan—Naver dan pembuat game online NHN Entertainment—pada tahun 2013.

5. Julie Coates

CEO dan Direktur Pelaksana, CSR
Umur: 59 Tahun
Negara: Australia

Coates mengambil alih kepemimpinan di CSR, perusahaan produk bangunan pada September 2019, tepat sebelum wabah Covid-19 mendatangkan malapetaka pada ekonomi global. Memanfaatkan pengalamannya selama puluhan tahun menangani logistik dan transformasi bisnis di raksasa supermarket Australia, Woolworths Group dan mengelola pembuat makanan Goodman Fielder, dia mengarahkan bisnis yang berbasis di Sydney untuk melewati gangguan rantai pasokan selama dua tahun terakhir.

10 Pengusaha Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2022, Ada 2 Wakil Indonesia


Perusahaan berusia 167 tahun, yang memasok proyek perumahan dan komersial di seluruh Australia dan Selandia Baru, sekarang mendapat manfaat dari lonjakan permintaan bahan konstruksi. Ditambah serta operasional yang lebih ramping setelah Coates mengatur ulang bisnis dan memusatkan platform logistiknya.

Laba bersih CSR melonjak 20% menjadi 193 juta dolar Australia (USD126 juta) secara tahunan pada periode yang berakhir Maret 2022, melampaui tingkat pra-pandemi. Sementara itu pendapatan CSR tercatat naik 9% menjadi 2,3 miliar dolar Australia.

Ia sangat menonjol di industri konstruksi yang didominasi pria, Coates yang memulai karirnya sebagai guru matematika sekolah menengah, mengatakan, dalam sebuah wawancara pada bulan September bahwa, CSR telah menerapkan kebijakan untuk meningkatkan jumlah wanita yang bekerja di perusahaan. Dia adalah salah satu dari tiga wanita dalam tim kepemimpinan eksekutif CSR yang beranggotakan sembilan orang.

6. Robyn Denholm

Chair, Tesla
Umur: 59 Tahun
Negara: Australia

Bekerja di pompa bensin milik orang tuanya di Sydney menjadi pengalaman pertama Denholm, untuk kemudian Ia masuk dalam jajaran dwan Tesla pada 2018. Orang Australia itu telah menjadi direktur independen di Tesla —perusahaan mobil paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar hampir USD714 miliar— sejak 2014 dan menggantikan pendiri Elon Musk sebagai chairman empat tahun lalu.

Melalui tengan dinginnya, pembuat mobil listrik terbesar di dunia, dengan pangsa pasar global hampir 14% menikmati 2021 dengan laba bersih melonjak 665% menjadi USD5.5 miliar, dimana pendapatan terdongkrak 71% menjadi USD53.8 miliar.

10 Pengusaha Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2022, Ada 2 Wakil Indonesia


Sebelum bergabung dengan Tesla, dia adalah chief financial officer di Telstra, perusahaan telekomunikasi terbesar di Australia, dan memegang peran keuangan dan operasional di Juniper Networks, Sun Microsystems, dan Toyota.

Denholm, yang memiliki gelar sarjana ekonomi dari University of Sydney dan master dalam perdagangan dari University of New South Wales, adalah mitra operasi perusahaan modal ventura Blackbird Ventures dan ketua Dewan Teknologi Australia.

Pada bulan Maret, ia menjadi salah satu dari segelintir investor tim olahraga wanita di Australia setelah perusahaan keluarganya, Wollemi Capital Group, membeli 30% saham tim bola basket pria Sydney Kings dan klub wanita Sydney Flames.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Peluang di Tengah...
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Perempuan Pengusaha Tekankan Kolaborasi
Dari Jualan Gorengan...
Dari Jualan Gorengan Keliling hingga Jadi CEO Republic Laptop, Ini Kisah Perjuangan Bayu Aji
Fondasi Hukum Kuat Jadi...
Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas
APF Canada Hadirkan...
APF Canada Hadirkan Pemimpin APEC untuk Perkuat Keuangan Digital UMKM Perempuan
Arief Rahman Prasetyo,...
Arief Rahman Prasetyo, Sosok Inspiratif Pebisnis Muda
Perkuat UMKM Perempuan...
Perkuat UMKM Perempuan Lewat Pendampingan Berkelanjutan
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Pendampingan PNM Berperan...
Pendampingan PNM Berperan Majukan Usaha Ibu-ibu Prasejahtera dari Sabang-Merauke
PNM-Kementerian PPPA...
PNM-Kementerian PPPA Berdayakan Perempuan melalui Pendampingan Usaha di NTT
Rekomendasi
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved