10 Pengusaha Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2022, Ada 2 Wakil Indonesia
Senin, 14 November 2022 - 10:33 WIB
loading...
10 wanita masuk dalam daftar pengusaha perempuan paling berpengaruh 2022 , lewat berbagai strategi yang membantu bisnis mereka melambung tinggi di tengah ketidakpastian new normal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - 10 wanita masuk dalam daftar pengusaha perempuan paling berpengaruh 2022 versi Forbes, lewat berbagai strategi yang membantu bisnis mereka melambung tinggi di tengah ketidakpastian new normal.
Seperti diketahui Kawasan Asia-Pasifik tahun ini sebagian besar telah beralih ke era pasca-pandemi di mana pemerintah, masyarakat, dan sektor bisnis terus belajar untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.
Baca Juga: Perempuan Pengusaha Adalah Pahlawan Ekonomi Sektor KUKM
Memasuki masa transisi ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana proses pemulihan setiap industri setelah hampir 3 tahun mengalami gangguan?. Beberapa sektor mengalami pukulan keras seperti perkapalan, properti, dan konstruksi, sementara yang lain terus berinovasi di berbagai bidang seperti teknologi, farmasi, dan komoditas.
Seperti yang sudah terjadi sejak 2019, para wanita yang menjadi sorotan tahun ini adalah pendatang baru dalam daftar, dimana mereka semakin memperluas jaringan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Menko Airlangga: Wanita Pengusaha yang Tangguh Percepat Pemulihan Ekonomi
Mereka dipilih karena pencapaian mereka dan peran mereka dalam menjalankan bisnis dengan pendapatan yang cukup besar dan menunjukkan kepemimpinan yang kuat sepanjang karir mereka. Berikut daftar 10 pengusaha wanita paling berpengaruh di Asia tahun 2022:
1. Ghazal Alagh
Salah satu pendiri dan chief innovation officer, Honasa Consumer
Umur: 34 Tahun
Negara: India
Perusahaan Alagh menaungi beberapa brand perawatan tubuh seperti Mamaearth, The Derma Co., Aqualogica, dan Ayuga. Selanjutnya perusahaan yang dipimpinnya menyandang label unicorn pada awal Januari ketika mendapatkan pendanaan USD52 juta yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura Sequoia Capital India, dengan nilai USD1.2 miliar.
![10 Pengusaha Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2022, Ada 2 Wakil Indonesia]()
Dia mendirikan perusahaan yang berbasis di Gurgaon bersama suaminya, Varun yang merupakan CEO pada tahun 2016. Semuanya dimulai ketika Alagh sedang mencari alternatif produk perawatan badan bebas bahan kimia untuk bayi laki-laki mereka yang memiliki kondisi kulit sedikit berbeda.
"Kami tidak dapat menemukan opsi yang mudah tersedia di India," katanya.
Melihat ada kesenjangan, "kami memutuskan untuk menciptakan Mamaearth dan menjelajah ke produk perawatan bayi 'bebas bahan kimia'."
Perusahaan yang diluncurkan dengan tujuh produk andalan termasuk baby wash dan shampoo, sejak itu terus berkembang menjadi kosmetik dan perawatan kulit. Dalam 12 bulan terakhir ia membeli saham di platform konten yang berfokus pada wanita yakni Momspresso, bisnis salon BBLUNT dan brand kecantikan Dr. Sheth.
Pendapatan Honasa Consumer hampir meningkat dua kali lipat secara tahunan pada periode yang berakhir, 31 Maret 2022, mencapai hampir 10 miliar rupee (USD121 juta) yang berasal dari penjualan online dan di toko offline.
Honasa, yang merupakan penggabungan dari kata "honest", “natural” dan “safe,” mencetak keuntungan pertama kali sebesar 250 juta rupee pada tahun fiskal 2021 dan berharap kembali menguntungkan pada tahun ini.
2. Akiko Amano
Direktur Souke Hanabi Kagiya
Umur: 52 Tahun
Negara: Jepang
Amano bukan menjadi wanita pertama yang mengepalai perusahaan keluarga yang mengkhususkan diri pada fireworks (kembang api) yakni Souke Hanabi Kagiya. Di mana teknik dan keterampilan untuk membuat dan meluncurkan kembang api telah diwariskab secara turun temurun selama hampir 360 tahun.
![10 Pengusaha Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2022, Ada 2 Wakil Indonesia]()
Dia adalah wanita pertama yang menjalankan pembuat kembang api di Jepang. Souke Hanabi Kagiya menempati peringkat di antara perusahaan bergengsi di Jepang dalam salah satu perdagangan paling tradisional di negara ini.
Menelusuri akar Souke Hanabi Kagiya, membawa kita kembali ke tahun 1659, dimana mereka terlibat dalam pertunjukan kembang api tahunan di atas sungai Sumida Tokyo, salah satu pertunjukan kembang api paling terkenal secara budaya di Jepang, sejak tahun 1733.
Amano adalah generasi ke-15 dari keluarganya yang menjadi direktur ketika dia menggantikan ayahnya di perusahaan yang berbasis di Tokyo pada tahun 2000. Untuk mempersiapkan diri mengambi; peran yang dia ambil pada usia 29, dia dilaporkan bersikeras untuk mempelajari keahlian di pembuat kembang api lain sehingga dia tidak akan menerima perlakuan istimewa dengan bekerja di perusahaan keluarganya.
Untuk mengasah keahliannya, ia memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 2009 dalam seni dari Universitas Nihon, di mana ia mempelajari dampak emosional pertunjukan kembang api pada orang-orang. Ini adalah kombinasi dari aspek visual dan aural, katanya dalam panggilan video, dan pakar piroteknik dapat mengubah kesan penonton dengan menyesuaikan keduanya.
Dia juga mantan anggota tim judo nasional Jepang, dan wanita Jepang pertama yang menjadi wasit judo Olimpiade di pertandingan Beijing 2008. Amano kembali menjadi wasit pada pertandingan 2020 Tokyo yang tertunda pandemi di 2021.
Pada tahun 2019, ia mencapai peringkat ketujuh dan sabuk hitam, salah satu tingkat penguasaan judo tertinggi dan keluarganya juga mengoperasikan sekolah judo, di mana ia dan ayahnya menjabat sebagai direktur.
Amano berharap putrinya, yang sekarang masuk universitas, akan menjadi penerus sebagai kepala bisnis generasi ke-16. Meski begitu Amano mengatakan keputusan itu terserah padanya.
Ia menekankan, semua orang di perusahaannya harus ingat bahwa kembang api bukan hanya hiburan. "Kembang api adalah simbol perdamaian," katanya.
"Apakah 20 atau 30 tahun kemudian, saya tidak ingin orang-orang kita melupakan itu," paparnya.
3. Kristy Carr
Pendiri dan CEO, Bubs Australia
Umur: 49 Tahun
Negara: Australia
Carr mendirikan perusahaan pembuat susu formula bayi, Bubs Australia pada tahun 2006 setelah melalui perjuangan pada bulan-bulan awal saat menjadi ibu dari putrinya penderita alergi makanan. Mantan eksekutif pemasaran Cathay Pacific di Hong Kong itu mengembangkan susu formula kambing untuk membantu transisi putrinya dari ASI.
Bubs, yang sekarang menjadi penjual teratas di ritel Australia seperti Coles dan Woolworths, juga membuat gelombang hingga ke China dan AS. "Saya telah cukup lama berwirausaha," kata Carr.
"Saat masih anak-anak, saya memiliki banyak kios limun," ungkapnya.
![10 Pengusaha Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2022, Ada 2 Wakil Indonesia]()
Bubs (bahasa gaul Australia untuk bayi) telah berkembang jauh sejak Carr mulai menjajakan makanan bayi organik dari belakang station wagon-nya di pasar saat akhir pekan di pinggiran utara Sydney, Newport, tempat dia tinggal bersama suami dan tiga putrinya.
Perusahaan yang berbasis di Sydney itu mulai masuk Bursa Efek Australia pada tahun 2017, hingga mencetak pendapatan lebih dari dua kali lipat ke rekor tertinggi 89 juta dolar Australia (USD57 juta) pada tahun fiskal terbaru yang berakhir pada 30 Juni.
Seperti diketahui Kawasan Asia-Pasifik tahun ini sebagian besar telah beralih ke era pasca-pandemi di mana pemerintah, masyarakat, dan sektor bisnis terus belajar untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.
Baca Juga: Perempuan Pengusaha Adalah Pahlawan Ekonomi Sektor KUKM
Memasuki masa transisi ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana proses pemulihan setiap industri setelah hampir 3 tahun mengalami gangguan?. Beberapa sektor mengalami pukulan keras seperti perkapalan, properti, dan konstruksi, sementara yang lain terus berinovasi di berbagai bidang seperti teknologi, farmasi, dan komoditas.
Seperti yang sudah terjadi sejak 2019, para wanita yang menjadi sorotan tahun ini adalah pendatang baru dalam daftar, dimana mereka semakin memperluas jaringan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Menko Airlangga: Wanita Pengusaha yang Tangguh Percepat Pemulihan Ekonomi
Mereka dipilih karena pencapaian mereka dan peran mereka dalam menjalankan bisnis dengan pendapatan yang cukup besar dan menunjukkan kepemimpinan yang kuat sepanjang karir mereka. Berikut daftar 10 pengusaha wanita paling berpengaruh di Asia tahun 2022:
1. Ghazal Alagh
Salah satu pendiri dan chief innovation officer, Honasa Consumer
Umur: 34 Tahun
Negara: India
Perusahaan Alagh menaungi beberapa brand perawatan tubuh seperti Mamaearth, The Derma Co., Aqualogica, dan Ayuga. Selanjutnya perusahaan yang dipimpinnya menyandang label unicorn pada awal Januari ketika mendapatkan pendanaan USD52 juta yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura Sequoia Capital India, dengan nilai USD1.2 miliar.

Dia mendirikan perusahaan yang berbasis di Gurgaon bersama suaminya, Varun yang merupakan CEO pada tahun 2016. Semuanya dimulai ketika Alagh sedang mencari alternatif produk perawatan badan bebas bahan kimia untuk bayi laki-laki mereka yang memiliki kondisi kulit sedikit berbeda.
"Kami tidak dapat menemukan opsi yang mudah tersedia di India," katanya.
Melihat ada kesenjangan, "kami memutuskan untuk menciptakan Mamaearth dan menjelajah ke produk perawatan bayi 'bebas bahan kimia'."
Perusahaan yang diluncurkan dengan tujuh produk andalan termasuk baby wash dan shampoo, sejak itu terus berkembang menjadi kosmetik dan perawatan kulit. Dalam 12 bulan terakhir ia membeli saham di platform konten yang berfokus pada wanita yakni Momspresso, bisnis salon BBLUNT dan brand kecantikan Dr. Sheth.
Pendapatan Honasa Consumer hampir meningkat dua kali lipat secara tahunan pada periode yang berakhir, 31 Maret 2022, mencapai hampir 10 miliar rupee (USD121 juta) yang berasal dari penjualan online dan di toko offline.
Honasa, yang merupakan penggabungan dari kata "honest", “natural” dan “safe,” mencetak keuntungan pertama kali sebesar 250 juta rupee pada tahun fiskal 2021 dan berharap kembali menguntungkan pada tahun ini.
2. Akiko Amano
Direktur Souke Hanabi Kagiya
Umur: 52 Tahun
Negara: Jepang
Amano bukan menjadi wanita pertama yang mengepalai perusahaan keluarga yang mengkhususkan diri pada fireworks (kembang api) yakni Souke Hanabi Kagiya. Di mana teknik dan keterampilan untuk membuat dan meluncurkan kembang api telah diwariskab secara turun temurun selama hampir 360 tahun.

Dia adalah wanita pertama yang menjalankan pembuat kembang api di Jepang. Souke Hanabi Kagiya menempati peringkat di antara perusahaan bergengsi di Jepang dalam salah satu perdagangan paling tradisional di negara ini.
Menelusuri akar Souke Hanabi Kagiya, membawa kita kembali ke tahun 1659, dimana mereka terlibat dalam pertunjukan kembang api tahunan di atas sungai Sumida Tokyo, salah satu pertunjukan kembang api paling terkenal secara budaya di Jepang, sejak tahun 1733.
Amano adalah generasi ke-15 dari keluarganya yang menjadi direktur ketika dia menggantikan ayahnya di perusahaan yang berbasis di Tokyo pada tahun 2000. Untuk mempersiapkan diri mengambi; peran yang dia ambil pada usia 29, dia dilaporkan bersikeras untuk mempelajari keahlian di pembuat kembang api lain sehingga dia tidak akan menerima perlakuan istimewa dengan bekerja di perusahaan keluarganya.
Untuk mengasah keahliannya, ia memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 2009 dalam seni dari Universitas Nihon, di mana ia mempelajari dampak emosional pertunjukan kembang api pada orang-orang. Ini adalah kombinasi dari aspek visual dan aural, katanya dalam panggilan video, dan pakar piroteknik dapat mengubah kesan penonton dengan menyesuaikan keduanya.
Dia juga mantan anggota tim judo nasional Jepang, dan wanita Jepang pertama yang menjadi wasit judo Olimpiade di pertandingan Beijing 2008. Amano kembali menjadi wasit pada pertandingan 2020 Tokyo yang tertunda pandemi di 2021.
Pada tahun 2019, ia mencapai peringkat ketujuh dan sabuk hitam, salah satu tingkat penguasaan judo tertinggi dan keluarganya juga mengoperasikan sekolah judo, di mana ia dan ayahnya menjabat sebagai direktur.
Amano berharap putrinya, yang sekarang masuk universitas, akan menjadi penerus sebagai kepala bisnis generasi ke-16. Meski begitu Amano mengatakan keputusan itu terserah padanya.
Ia menekankan, semua orang di perusahaannya harus ingat bahwa kembang api bukan hanya hiburan. "Kembang api adalah simbol perdamaian," katanya.
"Apakah 20 atau 30 tahun kemudian, saya tidak ingin orang-orang kita melupakan itu," paparnya.
3. Kristy Carr
Pendiri dan CEO, Bubs Australia
Umur: 49 Tahun
Negara: Australia
Carr mendirikan perusahaan pembuat susu formula bayi, Bubs Australia pada tahun 2006 setelah melalui perjuangan pada bulan-bulan awal saat menjadi ibu dari putrinya penderita alergi makanan. Mantan eksekutif pemasaran Cathay Pacific di Hong Kong itu mengembangkan susu formula kambing untuk membantu transisi putrinya dari ASI.
Bubs, yang sekarang menjadi penjual teratas di ritel Australia seperti Coles dan Woolworths, juga membuat gelombang hingga ke China dan AS. "Saya telah cukup lama berwirausaha," kata Carr.
"Saat masih anak-anak, saya memiliki banyak kios limun," ungkapnya.

Bubs (bahasa gaul Australia untuk bayi) telah berkembang jauh sejak Carr mulai menjajakan makanan bayi organik dari belakang station wagon-nya di pasar saat akhir pekan di pinggiran utara Sydney, Newport, tempat dia tinggal bersama suami dan tiga putrinya.
Perusahaan yang berbasis di Sydney itu mulai masuk Bursa Efek Australia pada tahun 2017, hingga mencetak pendapatan lebih dari dua kali lipat ke rekor tertinggi 89 juta dolar Australia (USD57 juta) pada tahun fiskal terbaru yang berakhir pada 30 Juni.
Lihat Juga :