Pertamina Lakukan Dekarbonisasi Bisnis Dukung Penanganan Perubahan Iklim
Selasa, 15 November 2022 - 10:22 WIB
loading...
Pertamina melakukan dekarbonisasi aset bisnis dan mengembangkan bisnis hijau untuk mendukung penanganan perubahan iklim global dan membantu tercapainya target emisi nol bersih Indonesia pada 2060.
A
A
A
MESIR - Pertamina melakukan dekarbonisasi aset bisnis dan mengembangkan bisnis hijau untuk mendukung penanganan perubahan iklim global dan membantu tercapainya target emisi nol bersih Indonesia pada 2060.
"Kami memiliki dua pilar dalam menghadapi perubahan iklim, pertama kami harus mendekarbonisasi aset karbon dan bisnis karbon kami," kata Senior Vice President Strategy and Investment PT Pertamina Daniel S Purba dalam diskusi di Paviliun Indonesia COP-27 di Sharm el-Sheikh di Mesir, Jumat (11/11/2022).
Daniel menuturkan untuk melakukan dekarbonisasi aset bisnis, upaya yang dilakukan Pertamina adalah mengubah portofolio bisnis dengan cara mempromosikan energi rendah karbon dan energi baru dan terbarukan ke dalam bisnis dan operasi perusahaan yang sudah ada terlebih dahulu.
"Karena secara ekonomi untuk memperkenalkan energi terbarukan ini masih mahal sehingga pasar belum benar-benar siap tapi untuk Pertamina kami mulai dengan operasi kami sendiri. Kami tidak bisa menunggu pasar untuk siap tetapi kami mulai dengan operasi kami sendiri," ujarnya.
Pilar kedua untuk menangani perubahan iklim adalah mengembangkan bisnis baru yang berkaitan dengan bisnis energy hijau dengan sejumlah target pada bahan bakar nabati, hidrogen, penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon, energi terbarukan, baterai dan kendaraan listrik, dan bisnis karbon.
"Kami memiliki dua pilar dalam menghadapi perubahan iklim, pertama kami harus mendekarbonisasi aset karbon dan bisnis karbon kami," kata Senior Vice President Strategy and Investment PT Pertamina Daniel S Purba dalam diskusi di Paviliun Indonesia COP-27 di Sharm el-Sheikh di Mesir, Jumat (11/11/2022).
Daniel menuturkan untuk melakukan dekarbonisasi aset bisnis, upaya yang dilakukan Pertamina adalah mengubah portofolio bisnis dengan cara mempromosikan energi rendah karbon dan energi baru dan terbarukan ke dalam bisnis dan operasi perusahaan yang sudah ada terlebih dahulu.
"Karena secara ekonomi untuk memperkenalkan energi terbarukan ini masih mahal sehingga pasar belum benar-benar siap tapi untuk Pertamina kami mulai dengan operasi kami sendiri. Kami tidak bisa menunggu pasar untuk siap tetapi kami mulai dengan operasi kami sendiri," ujarnya.
Pilar kedua untuk menangani perubahan iklim adalah mengembangkan bisnis baru yang berkaitan dengan bisnis energy hijau dengan sejumlah target pada bahan bakar nabati, hidrogen, penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon, energi terbarukan, baterai dan kendaraan listrik, dan bisnis karbon.
Lihat Juga :