Industri Penerbangan Perlahan Pulih, AP I Catat 3.869 Pergerakan Pesawat
Rabu, 08 Juli 2020 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Dalam periode ini, Bandara Juanda Surabaya tercatat menjadi yang tertinggi melayani penumpang dengan 56.268 penumpang, 723 pergerakan pesawat, dan angkutan kargo sebesar 816.772 kg. Sedangkan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi yang tersibuk kedua dengan melayani 51.998 penumpang, 708 pergerakan pesawat dan angkutan kargo sebesar 1.184.391 kg.
Trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang melayani 30.942 penumpang, 463 pergerakan pesawat, dan angkutan kargo sebesar 676.848 Kg.
Sambung Faik menekankan, AP I terus berkomitmen untuk selalu menerapkan dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan mengandalkan teknologi yang mendukung operasional, pelayanan & bisnis perusahaan melalui Airport Operations Control Center (AOCC).
“Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini keberadaan AOCC sangat berguna untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 dalam masa adaptasi kebiasaan baru secara realtime serta yang utama untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” katanya.
AOCC merupakan salah satu upaya Angkasa Pura I dalam digitalisasi aktivitas operasional bandara dan implementasi smart airport secara menyeluruh dengan tujuan mewujudkan operational excellence dan service excellence di seluruh bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I. Keberadaan AOCC melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bandara dengan mengintegrasikan sistem yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan agar dapat beroperasi secara efektif dan efisien.
Trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang melayani 30.942 penumpang, 463 pergerakan pesawat, dan angkutan kargo sebesar 676.848 Kg.
Sambung Faik menekankan, AP I terus berkomitmen untuk selalu menerapkan dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan mengandalkan teknologi yang mendukung operasional, pelayanan & bisnis perusahaan melalui Airport Operations Control Center (AOCC).
“Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini keberadaan AOCC sangat berguna untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 dalam masa adaptasi kebiasaan baru secara realtime serta yang utama untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” katanya.
AOCC merupakan salah satu upaya Angkasa Pura I dalam digitalisasi aktivitas operasional bandara dan implementasi smart airport secara menyeluruh dengan tujuan mewujudkan operational excellence dan service excellence di seluruh bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I. Keberadaan AOCC melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bandara dengan mengintegrasikan sistem yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan agar dapat beroperasi secara efektif dan efisien.
Lihat Juga :