Menggali dan Memaksimalkan Potensi Kerja Sama Indonesia-Filipina

Selasa, 15 November 2022 - 16:07 WIB
loading...
Menggali dan Memaksimalkan...
Mantan Ketua DPD sekaligus pengusaha Irman Gusman menyampaikan sambutannya pada International Business Forum di Manila, Filipina, yang mengusung tema The ASEAN Post-Pandemic Economic and Health Recovery Business Forum. Foto/Hanna F
A A A
MANILA - Sebagai negara tetangga di kawasan ASEAN, hubungan Indonesia dan Filipina sangatlah penting. Tak pelak, potensi kerja sama antara Indonesia dan Filipina masih terbuka lebar, di antaranya di sektor pertahanan, energi, intrastruktur, kelapa sawit, tekstil, investasi, pariwisata serta industri halal.

Masih banyaknya peluang untuk menggali, meningkatkan serta memaksimalkan kerja sama kedua negara mengemuka saat International Business Forum di Manila, Filipina, 10 November 2022. Pada acara yang mengusung tema The ASEAN Post-Pandemic Economic and Health Recovery Business Forum, lebih dari 50 pengusaha papan atas Filipina dari berbagai sektor, mengemukakan kebutuhan mereka yang dinilai bisa dipenuhi oleh Indonesia, terutama pasca-pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pleno KTT ASEAN ke-40: Presiden Jokowi Ajak Negara ASEAN Maksimalkan Kesatuan dan Sentralitas

“Sebagai negara yang sama-sama tumbuh, Indonesia dan Filipina saling membutuhkan. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan seluruh peluang yang bisa dikerjasamakan,”ujar Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia periode 2009-2016 Irman Gusman, sekaligus pengusaha yang diundang sebagai tamu kehormatan International Business Forum.

Irman menambahkan, Filipina merupakan negara penting bagi Indonesia dan juga sebaliknya. Hal ini tercermin juga dari dipilihnya Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Pemimpin baru Filipina tersebut bersua Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Indonesia belum lama ini. Presiden Marcos Jr menyatakan, Indonesia bukan hanya dekat secara geografis namun juga etnisitas dan budaya.

Irman mengapresiasi digelarnya International Business Forum dan mendorong wadah seperti ini agar dilakukan secara berkala. “Bila Forum Bisnis Internasional semacam ini dapat lebih sering dilakukan di ASEAN, pelaku bisnis dari seluruh dunia dapat memperoleh lebih banyak peluang untuk berkolaborasi, dan dalam prosesnya, menjadikan ASEAN sebagai tujuan paling menguntungkan untuk kegiatan bisnis global,” papar Irman.

“Dengan India dan China telah berkolaborasi dengan ASEAN di dua kawasan perdagangan bebas yang besar, bersama dengan Perjanjian Kemitraan Komprehensif negara-negara ASEAN dan mitra luar mereka, ASEAN berada di jalur yang tepat untuk menjadi mesin ekonomi raksasa untuk mendorong pertumbuhan yang lebih luas di kawasan Asia-Pasifik,” imbuh Ketua Pembina Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau itu.

Dia mengatakan, sejak menjabat sebagai Ketua DPD pada 2009-2016 dia mendorong investasi asing untuk berkontrubusi di berbagai sektor di 34 provinsi di Indonesia.

“McKinsey memprediksi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia dalam satu dekade mendatang. Lembaga pemeringkat internasional lainnya telah membuat proyeksi serupa. Proyeksi tersebut telah memperkuat kepercayaan investor,”paparnya.

Pada International Business Forum ini juga dibahas berbagai tantangan pasca-pandemi Covid-19 di dunia usaha, serta upaya solusi terbaik menghadapinya. "ASEAN harus pulih dengan kuat bersama-sama, dan pulih secara berkelanjutan. Itu sebabnya kita berkumpul di sini untuk bertukar pandangan dan mencari solusi untuk melakukannya," ungkap pria asal Sumatera Barat itu.

Dengan bangkit lebih kuat, ekonomi akan makin baik. Irman menyebutkan, Indonesia memiliki torehan penting terkait bangkit dari pandemi. “Ketika Covid-19 berada pada puncaknya, FDI Indonesia dari beberapa negara Asia meningkat secara substansial. Itulah yang dilakukan investor dari Singapura, China, Hong Kong, dan Korea Selatan dalam ribuan proyek."

Irman mengingatkan, pada saat pasar Eurasia terganggu, pasar Eropa dan Amerika terguncang, ASEAN adalah pilihan yang aman. Dan sekarang adalah waktu terbaik untuk membangkitkan interaksi bisnis dan ekonomi di kawasan. "Karena setelah tahun 2030 pasar ASEAN akan terdiri dari 750 juta orang dengan PDB kumulatif sebesar USD6,6 triliun, dan nilai perdagangan lebih dari USD4,5 triliun. Ini akan menjadi kenyataan hanya dalam satu dekade dari sekarang," tegas pria lulusan University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat ini.

“Pada saat itu ASEAN akan menjadi pasar terbesar ketiga di dunia setelah China dan India, dan menjadi kelompok ekonomi terbesar ke-6 dunia; juga grup perdagangan terbesar ke-4 secara global. Dan Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan pasar ASEAN, baik dari sisi produksi maupun konsumsi,” sambungnya.

Sementara itu, Congressman Lordan Suan, yang hadir pada International Business Forum tersebut mengungkapkan Filipina terutama kawasan Cagayan de Oro, Mindanao juga membutuhkan investasi dari negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia.

Baca Juga: Pakar Moskow Kesal atas Kekalahan di Kherson: Rusia Tak Mempersiapkan Perang Semacam Ini

“Saya sangat terhormat berada di forum ini, dimana bisa membuka peluang investasi, pasca-pandemi Covid-19,” ujar Suan, yang mewakili Cagayan de Oro, 1st District. Dia menyebutkan, hadirnya investor dari Indonesia, akan membantu dalam menggerakan ekonomi.

“Saya memberikan gambaran tentang Cagayan de Oro dan juga Mindanao secara umum, dimana mayoritas orang Indonesia menetap di Filipina. Sangat berharap akan hadirnya lebih banyak inventor dari negara-negara di ASEAN. Untuk, Cagayan de Oro, untuk Mindanao, dan untuk Filipina,” sambung Suan.

Peserta International Business Forum, Farida M Biruar dari Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) menyebutkan pihaknya membuka peluang bagi investor atau pengusaha Indonesia untuk bekerja sama. Terutama pada industri halal. Hadir pula dalam acara tersebut pebisnis papan atas Filipina lainnya seperti Victor Lim sebagai President VECO Paper, Chairman dan CEO Sterling Paper Henry Lim Bon Liong, Dean Amado D Valdez, President Kaltimex Rural Energy Corporation Oscar Torralba, serta pengusaha lain di berbagai bidang.

Hadir pula pejabat serta anggota Federation of Filipino-Chinese Chambers of Commerce and Industry, Korean Chamber of Commerce Philippines, European Chamber of Commerce of the Philippines, National Press Club of the Philippines. Dari Indonesia, turut hadir Pitan Daslani, pengamat Hubungan Internasional.

Selepas International Business Forum, Irman bertemu Congressman Rodante Dizon Marcoleta di Quezon City. Politisi senior PDP – Laban itu mengungkapkan krisis energi di Filipina. Dia menyebutkan, Indonesia memiliki potensi mengatasi krisis tersebut.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Perluas Kerja Sama,...
Perluas Kerja Sama, KB Bank dan PT Lucky Mom Indonesia Kolaborasi Pembiayaan
Ambil Langkah Berani,...
Ambil Langkah Berani, Thailand dan Filipina Justru Turunkan Harga Solar
Perang Iran Dorong Subsidi...
Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi
Harta Kekayaan Taipan...
Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran
Indonesia-Korsel Garap...
Indonesia-Korsel Garap Kerja Sama Migas, Incar Sumber Daya di Laut Lepas
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved