Transisi Energi Indonesia Banjir Dukungan, dari AS hingga Jepang

Selasa, 15 November 2022 - 20:02 WIB
loading...
Transisi Energi Indonesia...
Transisi energi Indonesia memperoleh dukungan dari sejumlah negara-negara G20. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
NUSA DUA - Jepang mendukung Indonesia atas diluncurkannya kemitraan transisi energi . Hal ini merupakan bentuk ambisi RI dalam mencapai program Net Zero Emission pada 2030 mendatang.

"Jepang menyambut baik diluncurkannya kemitraan, berupa dukungan kepada Indonesia atas komitmen untuk mencapai target 1,5 degree," tulis Perdana Menteri Jepang, Kishida Fumio dalam pesan yang disampaikan langsung kepada pemerintah Indonesia, Selasa (15/11/2022).

Baca Juga: Dapat Dukungan Rp309 Triliun dari AS, Luhut: Menuju Masa Depan Net Zero Carbon

Dengan demikian, Jepang akan melanjutkan kepemimpinan bersama dalam kemitraan bersama Amerika Serikat (AS) dan berkoordinasi dengan negara-negara lain yang turut mendukung program untuk Indonesia ini.

"Serta mengakselerasi ambisi Indonesia namun realistik dalam transisi batu bara ke energi alternatif dan terbarukan dengan melibatkan sektor swasta," tambah dia.

Indonesia sebelumnya meluncurkan sebuah kemitraan historis dengan para negara-negara dengan pandangan dan pola pikir yang sama, seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang, melalui Joint Energy Transition Partnership.

"Kemitraan ini mendukung target iklim Indonesia yang ambisius melalui upaya kolaboratif dan juga investasi terkait oleh para mitra internasional kami, termasuk memobilisasi USD20 miliar pembiayaan publik dan swasta dalam 3-5 tahun ke depan," ujar Luhut.

Baca Juga: Pensiunkan PLTU Batu Bara, Indonesia Didanai AS hingga Bank Dunia

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Indonesia Joko Widodo sepakat untuk menyediakan pendanaan sebesar USD20 miliar untuk membantu Indonesia memensiunkan batu bara. Kesepakatan pendanaan tersebut diumumkan Joe Biden di sela-sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Selasa (15/11/2022) di Bali. Ini adalah transaksi keuangan iklim tunggal terbesar yang pernah ada.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Rekomendasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved