Sejarah Ibnu Sutowo Membangun Krakatau Steel hingga Pabrik Pupuk
Jum'at, 18 November 2022 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah R.I. No. 35 tahun 1970 tanggal 31 Agustus 1970 maka proyek pabrik baja Trikora Cilegon dibubarkan kemudian didirikan Krakatau Steel. Dibangunnya Krakatau Steel bertujuan menyelesaikan pembangunan Proyek Baja Cilegon dan mengusahakan serta mengembangkan usaha perindustrian baja dalam arti kata yang seluas-luasnya didaerah lain di Indonesia atau tempat lain. Pabrik tersebut untuk menyediakan seluruh kebutuhan besi bagi proyek-proyek Pertamina serta perbaikan kilang minyak.
Sebagai wujud kepedulian Ibnu Sutowo terhadap perkembangan pertanian, Pertamina mendirikan Pabrik Petrokimia di Gresik. Pabrik Petrokimia Gresik memproduksi pupuk seperti Pupuk Sriwijaya. Pabrik Petrokimia Gresik diresmikan 10 Juli 1972.
Pertimbangan membangun pabrik Petrokimia ialah bahwa Indonesia secara potensial memiliki masa depan cerah bagi perkembangan industri petrokimia. Pada tahun 1972, pabrik Pupuk Pusri II didirikan, melanjutkan pabrik Pupuk Pusri I.
Berdirinya pabrik Pupuk Pusri II diharapkan dapat mengikuti kesuksesan yang diraih oleh Pusri I. Pusri I memecahkan rekor produksinya tahun 1972, persisnya tanggal 5 Desember. Kapasitas produksi 100.000 ton setahun, pada tahun 1970 produksi 98%, tahun berikutnya naik 104%, dan tahun 1972 mencapai 108%.
Keberhasilan ini diharapkan dapat diraih oleh usaha-usaha lain dalam bidang Petrokimia. Selain industri, Pertamina juga memiliki perusahaan patungan dan anak perusahaan yang berkembang di luar jalur migas yakni PT. Petra Insana dan PT. Karunia.
Keduanya bergerak dalam pengantongan pupuk yang berasal dari pabrik Pusri dan pembuatan karung. Pengantongan pupuk yang dilakukan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani Indonesia setelah musim tanam tiba.
Ibnu Sutowo
Sebagai wujud kepedulian Ibnu Sutowo terhadap perkembangan pertanian, Pertamina mendirikan Pabrik Petrokimia di Gresik. Pabrik Petrokimia Gresik memproduksi pupuk seperti Pupuk Sriwijaya. Pabrik Petrokimia Gresik diresmikan 10 Juli 1972.
Pertimbangan membangun pabrik Petrokimia ialah bahwa Indonesia secara potensial memiliki masa depan cerah bagi perkembangan industri petrokimia. Pada tahun 1972, pabrik Pupuk Pusri II didirikan, melanjutkan pabrik Pupuk Pusri I.
Berdirinya pabrik Pupuk Pusri II diharapkan dapat mengikuti kesuksesan yang diraih oleh Pusri I. Pusri I memecahkan rekor produksinya tahun 1972, persisnya tanggal 5 Desember. Kapasitas produksi 100.000 ton setahun, pada tahun 1970 produksi 98%, tahun berikutnya naik 104%, dan tahun 1972 mencapai 108%.
Keberhasilan ini diharapkan dapat diraih oleh usaha-usaha lain dalam bidang Petrokimia. Selain industri, Pertamina juga memiliki perusahaan patungan dan anak perusahaan yang berkembang di luar jalur migas yakni PT. Petra Insana dan PT. Karunia.
Keduanya bergerak dalam pengantongan pupuk yang berasal dari pabrik Pusri dan pembuatan karung. Pengantongan pupuk yang dilakukan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani Indonesia setelah musim tanam tiba.
Ibnu Sutowo
Lihat Juga :