Hingga November, Pertamina Patra Niaga Tuntaskan Penyaluran Konversi LPG bagi 5 Ribu Nelayan dan 6 Ribu Petani
Selasa, 22 November 2022 - 10:30 WIB
loading...
Tusman, salah satu nelayan di Kutawaru, Cilacap, Jawa Tengah, yang sudah memanfaatkan bahan bakar gas untuk kapalnya mengatakan bahwa menggunakan gas sebagai bahan bakar kapal terbukti jauh lebih hemat.
A
A
A
JAKARTA - Tusman, salah satu nelayan di Kutawaru, Cilacap, Jawa Tengah, yang sudah memanfaatkan bahan bakar gas untuk kapalnya mengatakan bahwa menggunakan gas sebagai bahan bakar kapal terbukti jauh lebih hemat.
"Untuk jarak tempuh, 1 tabung LPG 3 Kg itu setara sekitar BBM 7-8 liter, jadi bisa dibayangkan selisih harga untuk bahan bakar kapal untuk jarak yang sama,” ujarnya, Minggu (20/11/2022).
Guna memperluas manfaat penggunaan bahan bakar gas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM bersama dengan Komisi VII DPR RI melalui penugasan kepada Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading, berupaya melanjutkan program konversi LPG bagi nelayan dan petani.
“Sejak 2016 hingga 2021, pemerintah telah menyalurkan 85 ribu lebih paket konverter kit pada nelayan. Untuk petani, sejak 2019 sudah disalurkan 14 ribu lebih paket konverter kit,” jelas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji.
![Hingga November, Pertamina Patra Niaga Tuntaskan Penyaluran Konversi LPG bagi 5 Ribu Nelayan dan 6 Ribu Petani]()
Sugeng Soeparwoto, Ketua Komisi VII DPR RI, mengatakan bahwa dengan konversi BBM menjadi LPG maka akan jauh lebih hemat dan energi yang lebih bersih serta mengurangi pencemaran. “Dari laporan, 1 tabung LPG 3 Kg setara setidaknya 7 liter BBM, jelas sangat menghemat. Di sisi lingkungan emisi gas juga lebih kecil. Penghematan sekecil apapun harus dilakukan dan didukung, supaya nelayan dan petani lebih sejahtera,” tutur Sugeng.
Mars Ega Legowo Putra, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, berkomitmen meneruskan target penugasan penyaluran paket konverter LPG bagi nelayan dan petani hingga akhir 2022.
"Untuk jarak tempuh, 1 tabung LPG 3 Kg itu setara sekitar BBM 7-8 liter, jadi bisa dibayangkan selisih harga untuk bahan bakar kapal untuk jarak yang sama,” ujarnya, Minggu (20/11/2022).
Guna memperluas manfaat penggunaan bahan bakar gas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM bersama dengan Komisi VII DPR RI melalui penugasan kepada Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading, berupaya melanjutkan program konversi LPG bagi nelayan dan petani.
“Sejak 2016 hingga 2021, pemerintah telah menyalurkan 85 ribu lebih paket konverter kit pada nelayan. Untuk petani, sejak 2019 sudah disalurkan 14 ribu lebih paket konverter kit,” jelas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji.

Sugeng Soeparwoto, Ketua Komisi VII DPR RI, mengatakan bahwa dengan konversi BBM menjadi LPG maka akan jauh lebih hemat dan energi yang lebih bersih serta mengurangi pencemaran. “Dari laporan, 1 tabung LPG 3 Kg setara setidaknya 7 liter BBM, jelas sangat menghemat. Di sisi lingkungan emisi gas juga lebih kecil. Penghematan sekecil apapun harus dilakukan dan didukung, supaya nelayan dan petani lebih sejahtera,” tutur Sugeng.
Mars Ega Legowo Putra, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, berkomitmen meneruskan target penugasan penyaluran paket konverter LPG bagi nelayan dan petani hingga akhir 2022.
Lihat Juga :