Di 2030 Teknologi Bakal Geser Pekerja Manusia, Bakal Ciptakan Badai PHK Besar-besaran?

Rabu, 23 November 2022 - 18:04 WIB
loading...
A A A
Menurut Nicholas, teknologi itu saat ini tengah dikembangkan terus di perusahaan induk Huawei. Sampai pada waktunya, teknologi IoT akan disambungkan menggunakan AI, dan akan otomatis langsung memberikan opsi penawaran belanja selanjutnya, atau memberikan rekomendasi. Teknologi ini jika diterapkan sudah tidak memerlukan kasir.

"Kita punya alat itu IoT bisa mendeteksi, misal kita mengambil buah. Buah itu akan kita letakan di alat tersebut, dan dia akan mendeteksinya, buah apa, beratnya berapa, dan harga berapa," sambung Nicholas.

"Kalau dikaitkan lagi dengan AI, mereka akan bisa memberikan sugesti dari buah yang kita beli, misalnya kita membeli buah apel, dia akan memberi satu sugestion menu untuk membuat pie apple. Ini adalah satu teknologi yang berhubungan, sehingga orang akan konsumtif," lanjutnya.

Di sektor perbankan, melalui pengembangan IoT dan AI, akan banyak menggantikan posisi pekerja. Sistem akan mengetahui lebih jauh tentang profil nasabah menggunakan big data.

"Seperti misalnya adanya kredit scoring, bagaimana bisa melihat skor dari seseorang tersebut ketika menggunakan fintech. Tidak sembarang aprove, jadi teknologi itu bisa melihat kemampuan seseorang," kata Nicholas.

"Huawei sendiri memprediksi pada tahun 2030 itu banyak perubahan dalam industri," lanjutnya.

Beberapa sektor yang akan melakukan transformasi lebih cepat dan akan mengurangi jumlah pekerjanya adalah kesehatan, transportasi, food and beverage, transportasi dan enterprise. Riset yang dilakukan Huawei, untuk setiap 10 ribu pekeja, nantinya akan bisa dikerjakan oleh 390 robot yang dibekali oleh teknologi tinggi. Bahkan bisa lebih produktif dari manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Rekomendasi
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Unilever Akan Lakukan...
Unilever Akan Lakukan PHK 3.200 Pekerja di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved