Pelaku Usaha Dukung Ketegasan PUPR Soal Produk Dalam Negeri untuk Infrastruktur
Rabu, 23 November 2022 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan meningkatnya penggunaan produk-produk dalam negeri, otomatis industri juga ikut berkembang. Dampaknya pemulihan ekonomi nasional juga dapat segera terwujud,” terang Stephanus.
Untuk itu, pihaknya juga berkomitmen mendukung upaya memajukan industri konstruksi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan membangun Indonesia. Tak hanya dengan menghadirkan produk-produk baja ringan yang sudah 100% buatan Indonesia, namun juga menerapkan green industries yang ramah lingkungan.
“Semangat juang untuk membangun Indonesia sudah kami tanamkan di Tatalogam Group sejak awal berdiri tahun 1994 silam. Kini, semangat dalam mengejar target 2050 zero emmision yang tengah kami tingkatkan. Saat ini ada tiga hal yang jadi fokus perhatian Tatalogam Group dalam mewujudkan green industries," jelas Stephanus.
Yang pertama adalah mengukur dan mengurangi karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ketika produksi. Yang kedua, lebih bijak dalam penggunaan energi. Caranya dengan melakukan penggantian dari energi konvensional dengan energi yang lebih lebih sustainable seperti tenaga surya ataupun angin. Dan yang terakhir adalah dengan pengelolaan limbah yang lebih baik.
Ia menerangkan, limbah baja sebenarnya 100% bisa didaur ulang. Namun yang harus tetap diperhatikan adalah transportasi dalam proses pemindahan limbah baja tersebut yang juga membutuhkan energi.
Untuk itu, pihaknya juga berkomitmen mendukung upaya memajukan industri konstruksi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan membangun Indonesia. Tak hanya dengan menghadirkan produk-produk baja ringan yang sudah 100% buatan Indonesia, namun juga menerapkan green industries yang ramah lingkungan.
“Semangat juang untuk membangun Indonesia sudah kami tanamkan di Tatalogam Group sejak awal berdiri tahun 1994 silam. Kini, semangat dalam mengejar target 2050 zero emmision yang tengah kami tingkatkan. Saat ini ada tiga hal yang jadi fokus perhatian Tatalogam Group dalam mewujudkan green industries," jelas Stephanus.
Yang pertama adalah mengukur dan mengurangi karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ketika produksi. Yang kedua, lebih bijak dalam penggunaan energi. Caranya dengan melakukan penggantian dari energi konvensional dengan energi yang lebih lebih sustainable seperti tenaga surya ataupun angin. Dan yang terakhir adalah dengan pengelolaan limbah yang lebih baik.
Ia menerangkan, limbah baja sebenarnya 100% bisa didaur ulang. Namun yang harus tetap diperhatikan adalah transportasi dalam proses pemindahan limbah baja tersebut yang juga membutuhkan energi.
Lihat Juga :