5 Negara ASEAN dengan Jumlah UMKM Terbanyak, Nomor 2 Kontribusi ke Ekspor Tembus Rp1.267 Triliun
Jum'at, 25 November 2022 - 13:33 WIB
loading...
Jumlah UMKM terbanyak ada di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ) umumnya merupakan cikal bakal usaha besar. Banyak contoh di dunia yang memperlihatkan sebuah gergasi bisnis berawal dari sebuah usaha di garasi. Sebut saja misalnya, Hewlett Packard (HP), Google, Amazon, dan Apple.
Baca juga: Pupuk Kaltim Fasilitasi Pelaku Usaha Mikro Kecil di Festival UMKM 2022
Di dalam negeri kita bisa menengok, Kalbe Farma, Alfamart, Blue Bird, Ace Hardware, dan Kem Chicks, bahkan produsen rokok Gudang Garam. Awalnya perusahaan-perusahaan besar itu berawal dari UMKM .
Semestinya, semakin banyak UMKM yang ada di sebuah negara, kian besar pula potensi melahirkan perusahaan-perusahaan besar. Jika tidak, maka ada "sesuatu" yang sangat merintangi kenaikan kelas para UMKM itu.
Jumlah penduduk dan sumber daya alam menjadi kunci bertumbuhnya UMKM di sebuah negara. Jumlah penduduk yang besar menjadi penyedia tenaga kerja sekaligus pasar untuk UMKM. Sementara sumber daya alam menjadi penyedia "bahan baku" untuk proses produksi UMKM.
Berdasarkan Sensus Ekonomi yang dilakukan BPS pada 2016 terungkap, banyak bidang usaha yang digeluti UMKM. Namun ada tiga besar bidang usaha non-pertanian yang mendominasi UMKM, yaitu perdagangan besar dan eceran (total pelaku 46,17%), akomodasi dan penyediaan makan minum seperti restoran, rumah makan, kafe, dan katering (16,53%), dan industri pengolahan yakni kegiatan mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau jadi (16,53%). Semua bidang usaha itu terkait erat dengan jumlah penduduk dan ketersediaan sumber daya alam.
UMKM ada hampir di semua negara di dunia. Berdasarkan data Statista, pada tahun 2021 jumlah UMKM di dunia mencapai 332, 99 juta unit. Jumlah itu naik dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 328,51 juta unit.
Baca juga: Pupuk Kaltim Fasilitasi Pelaku Usaha Mikro Kecil di Festival UMKM 2022
Di dalam negeri kita bisa menengok, Kalbe Farma, Alfamart, Blue Bird, Ace Hardware, dan Kem Chicks, bahkan produsen rokok Gudang Garam. Awalnya perusahaan-perusahaan besar itu berawal dari UMKM .
Semestinya, semakin banyak UMKM yang ada di sebuah negara, kian besar pula potensi melahirkan perusahaan-perusahaan besar. Jika tidak, maka ada "sesuatu" yang sangat merintangi kenaikan kelas para UMKM itu.
Jumlah penduduk dan sumber daya alam menjadi kunci bertumbuhnya UMKM di sebuah negara. Jumlah penduduk yang besar menjadi penyedia tenaga kerja sekaligus pasar untuk UMKM. Sementara sumber daya alam menjadi penyedia "bahan baku" untuk proses produksi UMKM.
Berdasarkan Sensus Ekonomi yang dilakukan BPS pada 2016 terungkap, banyak bidang usaha yang digeluti UMKM. Namun ada tiga besar bidang usaha non-pertanian yang mendominasi UMKM, yaitu perdagangan besar dan eceran (total pelaku 46,17%), akomodasi dan penyediaan makan minum seperti restoran, rumah makan, kafe, dan katering (16,53%), dan industri pengolahan yakni kegiatan mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau jadi (16,53%). Semua bidang usaha itu terkait erat dengan jumlah penduduk dan ketersediaan sumber daya alam.
UMKM ada hampir di semua negara di dunia. Berdasarkan data Statista, pada tahun 2021 jumlah UMKM di dunia mencapai 332, 99 juta unit. Jumlah itu naik dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 328,51 juta unit.
Lihat Juga :