alexametrics

Proyek Infrastruktur di FTZ Batam Dipastikan Sesuai Jadwal

loading...
Proyek Infrastruktur di FTZ Batam Dipastikan Sesuai Jadwal
Proyek infrastruktur jalan di FTZ Batam yang dikucurkan dari APBD dan APBN dipastikan sesuai jadwal. Foto: Istimewa
A+ A-
BATAM - Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) memastikan sejumlah proyek infrastruktur jalan di kawasan perdagangan bebas FTZ Batam yang dikucurkan dari APBD dan APBN berjalan sesuai jadwal.

Gubernur Kepri, M Sani mengatakan, salah satu proyek APBD pada 2016 yang ditargetkan selesai adalah pembangunan dua jalur Sekupang-Batuaji. Proyek ini memasuki proses pengaspalan pada pada 2015 namun melalui kucuran dana APBN.

"Saya pastikan semua pembangunan jalan sesuai seperti yang diharapkan. Untuk jalur Sekupang-Batuaji juga ditargetkan selesai tahun depan," ujarnya, Senin (19/1/2015).



Pemprov menargetkan proyek ini mampu mengatasi kemacetan. Sementara proyek jalan lain, yakni penambahan ruas jalan di kawasan perumahan Kurnia Djaja Alam (KDA) yang telah rampung setelah dikerjakan sejak 2013. Proyek ini memakan anggaran sebesar Rp18 miliar pada 2013 dan Rp15 miliar pada 2014. Kemudian, proyek semenisasi di kawasan Dapur 12 yang bersumber dari APBD Provinsi Kepri.

Gubernur menegaskan proyek tersebut saat ini berjalan baik dan akan dilanjutkan dengan pengasapalan. Infrastruktur jalan di kawasan juga dijanjikan terus diperbaiki. "Untuk di Dapur 12, akan kami teruskan perbaikan jalannya," terangnya.

Dia berharap kucuran APBN untuk membiayai proyek infrastruktur dapat terealisasi, salah satunya untuk pembangunan jalan di Pulau Setokok, yang saat ini masih butuh tambahan dana untuk pelebaran jalan. Pemerintah pusat melebarkan jalan di pulau tersebut sepanjang 3 km dengan lebar dari 3 meter menjadi 6 meter.

"Sekarang tinggal sekitar 750 meter lagi. Kami harapkan, pembangunan infrastruktur di Kepri, dapat bantuan APBN juga," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Batam Yumasnur mengungkapkan sepanjang 2014 pihaknya membangun sepanjang 4,5 kilometer jalan baru dan peningkatan kualitas jalan sepanjang 26,09 kilometer.

Proyek tak hanya dikerjakan di kawasan pulau utama (mainland), peningkatan jalan juga dilakukan di pulau penyangga (hinterland), yaitu di sepanjang 1,5 kilometer Jalan Sijantung.

“Selain itu, kami juga melaksanakan pemeliharaan rutin di sepanjang 35 kilometer jalan di Kota Batam,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas PU, total panjang ruas jalan kota di Batam pada 2013, yakni 882,57 kilometer dengan lebar ruas rata-rata 15,33 meter. Dari total jalan ini, sebanyak 80,49% sudah berupa jalan aspal, 14,04% masih berupa kerikil, dan 5,47% jalan tanah atau belum tembus.

Jika dilihat dari kondisi jalan, sebanyak 66,66% dalam keadaan baik. Sementara 9,32% jalan kota ini dalam kondisi sedang. Kemudian 9,72% rusak ringan serta 14,30% rusak berat.

Yumasnur mengatakan selain jalan yang dibangun dari APBD Kota Batam, juga ada jalan provinsi dan jalan nasional. “Setiap tahun juga ada jalan nasional yang dibangun,” katanya.

Adapun total panjang ruas jalan nasional di Kota Batam berdasarkan SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor 630/KPTS/M/2009, yaitu 148,209 kilometer. Jalan nasional ini terbagi dua yaitu ruas arteri nasional sepanjang 91,574 kilometer, dan ruas kolektor nasional 56,635 kilometer.

Sedangkan ruas jalan provinsi di Kota Batam yang ditetapkan dalam SK Gubernur Kepulauan Riau No 530.a/2010, adalah sepanjang 67,6 kilometer.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak