Cermat Mengatur Keuangan di Tengah Godaan Belanja Online, Jangan Lupa Nabung!

Rabu, 30 November 2022 - 09:19 WIB
loading...
Cermat Mengatur Keuangan...
Ilustrasi foto/pexels/cottonbro
A A A
JAKARTA - Pernyataan sejumlah lembaga keuangan global terkait meningkatnya risiko resesi ekonomi di 2023 membuat masyarakat tersadar akan pentingnya mengatur keuangan dan memiliki dana cadangan seperti tabungan.

Mengatur keuangan secara tertib sangat penting agar tidak merugi atau kelabakan di kemudian hari saat ada kondisi darurat. Selain menabung dan investasi, perencanaan keuangan bisa dilakukan secara digital melalui beragam aplikasi pengaturan keuangan. Namun, perhatikan juga faktor keamanannya agar terhindar dari sasaran pelaku kejahatan siber.

Dalam webinar bertajuk “Atur Keuanganmu! Gaji Aman, Belanja Online Lancar” yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/11), Relawan TIK Bojonegoro Solikhin memaparkan, meningkatnya penggunaan internet di Indonesia turut mendongkrak jumlah penabung di bank digital.

Lembaga Penjamin Simpanan melaporkan, pada Mei 2022 jumlah rekening simpanan di bank digital mencapai 38,2 juta. Tak hanya itu, aktivitas belanja daring atau online pun meningkat, terutama saat pandemi, di mana sebanyak 43,2 % responden mengaku berbelanja secara online selama pandemi.

Oleh sebab itu, kata Solikhin, pengaturan keuangan sangat penting agar menabung dan berbelanja bisa tertib dan teratur. Mengatur keuangan, menurut dia, adalah dengan menyusun anggaran keuangan terlebih dahulu. Berapapun penghasilan yang diperoleh, penting untuk selalu mengalokasikannya dengan tepat.

“Ada beberapa aplikasi pengaturan keuangan yang bisa digunakan, seperti Wallet, Finansialku, Money Lover, Teman Bisnis, Google Sheet, atau Buku Warung,” terang dia dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, dikutip Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Survei Membuktikan, Perempuan Lebih Melek Keuangan Dibandingkan Laki-laki

Dia juga mengingatkan untuk memprioritaskan kebutuhan yang penting dan mendesak. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan dasar seperti pangan, pakaian, dan tempat tinggal.

Sementara keinginan yang bukan merupakan kebutuhan dasar, seperti mainan, barang bermerek, dan sejenisnya, bisa ditunda pembeliannya.

“Jangan lupakan menabung. Berapapun penghasilan yang diperoleh, pastikan ada alokasi untuk menabung. Yang ideal, besaran rata-rata menabung adalah 10-20% dari penghasilan yang diterima,” saran dia.

Tak hanya menabung, lanjut Solikhin, investasi juga wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, terutama diperlukan saat pensiun atau tidak lagi bekerja. Hal lain yang patut dilakukan adalah menyiapkan dana darurat yang dibutuhkan sewaktu-waktu dalam kondisi tertentu.

Pada acara yang sama, Trainer Cahaya Madani Indonesia Titin Chomariah mengatakan, agar tidak boros dan kuat menghadapi cobaan berbelanja online, anggaran belanja harus disusun dan dijalankan dengan disiplin.

Cara lainnya adalah menunggu ada promo yang menawarkan harga lebih murah. Selain itu, bisa juga dengan mencari produk yang pengirimannya bebas biaya atau ongkos kirim.

“Memang banyak sekali godaan berbelanja online, seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), kemudian promo menarik dan unik, serta testimoni dari sejumlah pembeli lain,” tukasnya.

Baca juga: Kiat Tak Terjerumus Investasi Bodong buat Anak Muda

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta Olivia Lewi Pramesti mengingatkan pentingnya menjaga keamanan perangkat digital selama berbelanja online ataupun menabung secara digital.

Menurut dia, pengaturan keamanan dan kewaspadaan harus dilakukan sebagai mitigasi agar tidak menjadi korban kejahatan siber seperti pencurian data, phishing, atau serangan malware yang dipasang pelaku pada perangkat digital yang kita gunakan.

Lebih lanjut, dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Kominfo diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif di era industri 4.0.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Tekan Risiko Turun Kelas,...
Tekan Risiko Turun Kelas, 51,8% Kelas Menengah Pisahkan Pos Pengeluaran
Ketidakpastian Ekonomi...
Ketidakpastian Ekonomi Dorong Pentingnya Proteksi Keuangan
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
15 Juta Usia Produktif...
15 Juta Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank, Begini Pesan Ketua LPS
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa...
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Tujuh Langkah Memperbaiki...
Tujuh Langkah Memperbaiki Keuangan Pesantren
Rekomendasi
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved