BTN Fokus Pengembangan Dana Murah
Rabu, 30 November 2022 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
BTN juga tercatat sedang dan telah mengembangkan tabungan bisnis yang diperuntukkan untuk transaksi perbankan para pelaku usaha. Produk ini diharapkan menggaet dana developer yang selama ini sudah menjadi nasabah kredit, tapi masih menggunakan bank lain untuk transaksi bisnis.
Sebagai informasi, produk tabungan dan giro (current account saving account/CASA) BTN tumbuh 18,7% secara year on year menjadi Rp143,59 triliun pada akhir September 2022. CASA berkontribusi 45% terhadap total DPK senilai Rp312,84 triliun. Kenaikan dana murah ini berhasil menekan biaya dana atau cost of fund pada akhir September 2022 menjadi 2,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,28%.
Sebagai catatan, untuk menggenjot produk bermargin tinggi, BTN getol memasarkan produk Kredit Agunan Rumah (KAR) atau dikenal sebagai KPR Top Up. Produk ini diperuntukkan bagi nasabah eksisting BTN yang ingin melakukan top up plafon pinjaman untuk kebutuhan usaha ataupun renovasi rumah.
Menurut Nofry, potensi pasar untuk KPR Top Up sangat besar karena ada 500 ribu sampai 600 ribu nasabah KPR BTN yang sudah menjalani 10 tahun cicilan. Nasabah tersebut terekam memiliki kinerja cicilan yang bagus sehingga layak untuk dibiayai kembali.
Nofry menambahkan produk high yield margin lainnya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini portofolio KUR BTN masih di kisaran Rp500-600 miliar dan akan ditingkatkan sekitar 6 kali lipat menjadi Rp3 triliun.
Pada kesempatan yang sama Nofry memproyeksi BTN bisa meraih laba bersih sekitar Rp2,9 triliun hingga Rp3 triliun pada kinerja full year 2022. Bila dibandingkan dengan kinerja keuangan tahun 2021, laba bersih BBTN bisa melesat di kisaran 22,36% sampai 26,58% pada akhir tahun ini. "Laba akhir tahun diperkirakan bisa mencapai Rp2,9 triliun hingga Rp3 triliun," ujar Nofry.
Sebagai informasi, produk tabungan dan giro (current account saving account/CASA) BTN tumbuh 18,7% secara year on year menjadi Rp143,59 triliun pada akhir September 2022. CASA berkontribusi 45% terhadap total DPK senilai Rp312,84 triliun. Kenaikan dana murah ini berhasil menekan biaya dana atau cost of fund pada akhir September 2022 menjadi 2,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,28%.
Sebagai catatan, untuk menggenjot produk bermargin tinggi, BTN getol memasarkan produk Kredit Agunan Rumah (KAR) atau dikenal sebagai KPR Top Up. Produk ini diperuntukkan bagi nasabah eksisting BTN yang ingin melakukan top up plafon pinjaman untuk kebutuhan usaha ataupun renovasi rumah.
Menurut Nofry, potensi pasar untuk KPR Top Up sangat besar karena ada 500 ribu sampai 600 ribu nasabah KPR BTN yang sudah menjalani 10 tahun cicilan. Nasabah tersebut terekam memiliki kinerja cicilan yang bagus sehingga layak untuk dibiayai kembali.
Nofry menambahkan produk high yield margin lainnya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini portofolio KUR BTN masih di kisaran Rp500-600 miliar dan akan ditingkatkan sekitar 6 kali lipat menjadi Rp3 triliun.
Pada kesempatan yang sama Nofry memproyeksi BTN bisa meraih laba bersih sekitar Rp2,9 triliun hingga Rp3 triliun pada kinerja full year 2022. Bila dibandingkan dengan kinerja keuangan tahun 2021, laba bersih BBTN bisa melesat di kisaran 22,36% sampai 26,58% pada akhir tahun ini. "Laba akhir tahun diperkirakan bisa mencapai Rp2,9 triliun hingga Rp3 triliun," ujar Nofry.
Lihat Juga :