Wall Street Naik Tajam Usai Pidato Suku Bunga The Fed
Kamis, 01 Desember 2022 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Nvidia (NVDA.O) menguat lebih dari 8%, Microsoft (MSFT.O) melonjak 6,2% dan Apple (AAPL.O) naik 4,9%. Saham Tesla Inc (TSLA.O) melonjak 7,7% setelah China Merchants Bank International mengatakan penjualan Tesla di China pada November didorong oleh pemotongan harga dan insentif yang ditawarkan pada Model 3 dan Model Y.
Indeks Philadelphia Semiconductor (.SOX) melonjak 5,85%, memangkas kerugiannya pada tahun 2022 menjadi sekitar 28%. Volume di bursa AS berat, dengan 15,0 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,1 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
Untuk bulan November, S&P 500 naik 5,4%, Dow bertambah 5,7% dan Nasdaq naik 4,4%. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan pekerjaan swasta meningkat sebesar 127.000 pada bulan November, di bawah ekspektasi 200.000 pekerjaan, menunjukkan permintaan tenaga kerja menurun di tengah suku bunga yang tinggi.
"Jumlah pekerjaan ADP yang tidak memenuhi ekspektasi sesuai dengan narasi bahwa Fed akan memiliki ruang dan mulai memperlambat kenaikan suku bunga, dan itu pasti menguntungkan aset sensitif suku bunga," kata Keith Buchanan, manajer portofolio di Globalt di Atlanta.
Baca Juga: Wall Street Lesu Imbas Apple Bakal Pangkas Produksi
Indeks Philadelphia Semiconductor (.SOX) melonjak 5,85%, memangkas kerugiannya pada tahun 2022 menjadi sekitar 28%. Volume di bursa AS berat, dengan 15,0 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,1 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
Untuk bulan November, S&P 500 naik 5,4%, Dow bertambah 5,7% dan Nasdaq naik 4,4%. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan pekerjaan swasta meningkat sebesar 127.000 pada bulan November, di bawah ekspektasi 200.000 pekerjaan, menunjukkan permintaan tenaga kerja menurun di tengah suku bunga yang tinggi.
"Jumlah pekerjaan ADP yang tidak memenuhi ekspektasi sesuai dengan narasi bahwa Fed akan memiliki ruang dan mulai memperlambat kenaikan suku bunga, dan itu pasti menguntungkan aset sensitif suku bunga," kata Keith Buchanan, manajer portofolio di Globalt di Atlanta.
Baca Juga: Wall Street Lesu Imbas Apple Bakal Pangkas Produksi
Lihat Juga :