Sepakat Kirim Gas ke Jerman, Negara Kaya di Teluk Persia Ini Bisa Jadi Penyelamat Eropa

Kamis, 01 Desember 2022 - 10:56 WIB
loading...
A A A
Sementara itu Jerman memulai pembicaraan tentang kesepakatan gas dengan Qatar tak lama setelah perang dimulai, negosiasi berlangsung alot karena adanya beberapa perbedaan seperti lamanya kontrak dan harga.

"Perusahaan-perusahaan harus tahu bahwa impor ke Jerman akan berkurang di beberapa titik jika kita ingin mencapai target perubahan iklim kita," kata menteri ekonomi Jerman, Robert Habeck, pada hari Selasa. Disebutkan juga oleh Habeck bahwa Jerman ingin menjadi netral iklim pada tahun 2045.

Setelah perang di Ukraina pecah, negara kaya di Teluk Persia ini muncul sebagai salah satu harapan terbaik Eropa dalam menyapih dirinya dari gas alam Rusia. Jerman, Prancis, Belgia, dan Italia telah melakukan pembicaraan dengan Qatar untuk membeli LNG dalam jangka panjang.

Qatar sendiri telah menjual gas alam superchilled ke dalam bentuk cair — proses yang digunakan untuk pengiriman bahan bakar — ke China, Korea Selatan, Jepang, dan konsumen Asia lainnya dengan kontrak jangka panjang. Hal itu membantu negara berpenduduk kurang dari tiga juta orang itu menjadi salah satu pengekspor gas terbesar.

Qatar berada di tengah-tengah rencana bernilai miliaran dolar untuk meningkatkan kapasitas produksi gasnya sebesar 40% pada tahun 2026.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Rekomendasi
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Setelah Ukraina, Negara...
Setelah Ukraina, Negara NATO Ini Jadi Target Rusia Berikutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved