Berlindung dari Ancaman Resesi Global, Awas! Mesin Konsumsi Melemah

Kamis, 01 Desember 2022 - 10:36 WIB
loading...
Berlindung dari Ancaman Resesi Global, Awas! Mesin Konsumsi Melemah
Di balik kinerja ekonomi yang naik di tengah ancaman resesi global, ada satu hal yang patut dicermati yakni melemahnya konsumsi rumah tangga yang merupakan mesin pendorong ekonomi Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Saat ketidakpastian yang masih menyelimuti perekonomian dan ancaman resesi global , kinerja ekonomi Indonesia sepanjang triwulan III 2022 yang naik hingga 5,72% secara year on year layak diapresiasi. Namun di balik itu ada satu hal yang patut dicermati, yakni melemahnya konsumsi rumah tangga yang merupakan mesin pendorong ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Hindari Resesi, Jaga Daya Beli

Praktisi bisnis yang juga founder IndoSterling Group, William Henley mengatakan, postur perekonomian Indonesia yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga menjadi benteng kuat yang melindungi Indonesia dari risiko ancaman resesi global.

“Market domestik adalah keunggulan utama Indonesia. Karena itu, daya beli harus diperkuat agar mesin konsumsi rumah tangga tetap bergerak dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” ujarnya kepada media, Selasa (29/11).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dibanding triwulan II 2022, kinerja seluruh komponen pengeluaran pada triwulan III 2022 mencatat kenaikan, kecuali pada komponen konsumsi rumah tangga yang justru mengalami kontraksi atau turun 0,30%.

Hal ini membuat kontribusi komponen konsumsi rumah tangga yang pada triwulan II 2022 sebesar 51,47%, turun menjadi 50,38% pada triwulan III 2022.

Baca Juga: Mengelola Daya Beli dalam Pusaran Inflasi

Menurut William, penurunan konsumsi rumah tangga erat kaitannya dengan dampak kenaikan harga BBM pada awal September 2022 yang kemudian mendorong inflasi dan menggerus daya beli masyarakat.

Karena itu, menurut praktisi digitalisasi UMKM ini, tantangan saat ini adalah bagaimana mengendalikan inflasi bahan pangan dan menjaga daya beli masyarakat. Misalnya, melalui operasi pasar, serta peningkatan efektivitas penyaluran program bantuan sosial untuk menopang daya beli kelompok masyarakat rentan.

“Jadi, perlu fokus memperkuat pasar domestik. Langkah ini akan bermanfaat juga untuk membantu pelaku usaha, terutama sektor UMKM,” ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3502 seconds (11.252#12.26)