Wall Street Ditutup Beragam, Dow Turun 0,56% Tertekan Aksi Jual

Jum'at, 02 Desember 2022 - 07:01 WIB
loading...
Wall Street Ditutup...
Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Kamis (1/12/2022) waktu setempat. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Kamis (1/12/2022) waktu setempat, karena aksi jual di Salesforce membebani Dow Jones. Sementara para pelaku pasar mencerna data AS yang menyarankan kenaikan suku bunga Federal Reserve berhasil.

Mengutip Reuters, S&P 500 turun 0,08% untuk mengakhiri sesi di 4.076,79 poin, Nasdaq naik 0,13% menjadi 11.482,45 poin, terangkat oleh kenaikan masing-masing lebih dari 1% di Nvidia (NVDA.O) dan Meta Platforms pemilik Facebook (META.O) dan Dow Jones Industrial Average turun 0,56% menjadi 34.396 poin, ditarik lebih rendah oleh Salesforce.

Baca Juga: Wall Street Respons Rencana The Fed Turunkan Suku Bunga

Padahal hari Rabu, S&P 500 melonjak lebih dari 3% di tengah optimisme Fed mungkin memoderasi kampanye kenaikan suku bunga. Aktivitas manufaktur AS menyusut pada November untuk pertama kalinya dalam 2-1/2 tahun karena biaya pinjaman yang lebih tinggi membebani permintaan barang, data menunjukkan, bukti kenaikan suku bunga Fed telah mendinginkan perekonomian.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,3%, sama seperti pada bulan September, dan selama 12 bulan hingga Oktober indeks meningkat 6,0% setelah naik 6,3% pada bulan sebelumnya. Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah menguap, indeks harga PCE naik 0,2%, sepersepuluh lebih rendah dari yang diharapkan, setelah naik 0,5% pada bulan September.

"Pada hari normal, paket data pagi ini akan cukup berisiko, tetapi setelah reli kemarin, saya pikir itu tidak cukup baik untuk mendorong langkah lain lebih tinggi," kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird. Reli hari Rabu mendorong indeks S&P 500 (.SPX) di atas rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak April setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan sudah waktunya untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Pelaku pasar sekarang melihat peluang 79% Fed akan menaikkan suku bunga acuan utamanya sebesar 50 basis poin pada bulan Desember dan peluang 21% akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
10 Contoh Teks Berita...
10 Contoh Teks Berita dengan Unsur 5W + 1H Berbagai Tema
Yayasan Muslim Sinarmas...
Yayasan Muslim Sinarmas Wakafkan Al-Quran kepada PP Muhammadiyah
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rekrutmen PPPK Guru...
Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Link Pendaftarannya
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved