alexametrics

Menkeu Akui Pendapatan Masyarakat Kecil Turun Imbas Covid-19

loading...
Menkeu Akui Pendapatan Masyarakat Kecil Turun Imbas Covid-19
Pemerintah terus menambah bantuan sosial (bansos) dari berbagai jalur untuk mendukung dan memberi bantuan kepada masyarakat yang mengalami dampak penurunan pendapatan akibat Covid-19. Foto/Dok SINDOphoto/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat 70,53% masyarakat berpenghasilan sampai Rp1,8 juta per bulan telah mengalami penurunan pendapatan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulani mengatakan, penghasilan yang turun dikarenakan adanya pandemi virus Corona atau Covid-19, membuat masyarakat miskin, rentan miskin, dan pekerja sektor informal merupakan masyarakat yang paling terdampak.

"Hasil survei demografi Covid-19 yang dilakukan BPS (Badan Pusat Statistik), dampak Covid-19 berpengaruh sampai pada level akar rumput, karena adanya pembatasan sosial. Sektor informal, UMKM langsung terdampak. Masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp1,8 juta terpengaruh, lebih dari 70% pendapatannya mengalami penurunan," jelas Sri Mulyani di ruang rapat Badan Anggaran DPR, Kamis (9/7/2020). (Baca : Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM)

Dia merinci, masyarakat dengan penghasilan Rp1,8-3 juta, sekitar 46,77% pendapatannya mengalami penurunan. Adapula masyarakat dengan pendapatan Rp3-4,8 juta, dimana 37,19% pendapatannya mengalami penurunan.



"Berdasarkan survei demografi, masyarakat dengan penghasilan Rp4,8 juta sampai Rp7,2 juta sebanyak 31,67% mengalami penurunan pendapatan. Dan masyarakat dengan pendapatan yang di atas Rp7,2 juta, sekitar 30,34% mengalami penurunan pendapatan," jelas dia.

Dia melanjutkan, langkah-langkah pemerintah dengan menambah bansos dari berbagai jalur terus dilakukan. "Dari Kementerian Sosial, Dana Desa, Program kartu prakerja, semua tujuannya untuk mendukung dan memberi bantuan kepada masyarakat yang mengalami dampak penurunan pendapatan akibat covid," tandasnya.
(ind)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top