Bapanas Akan Banting Tulang Jaga Harga Pangan Jelang Nataru

Senin, 05 Desember 2022 - 06:34 WIB
loading...
Bapanas Akan Banting...
Badan Pangan Nasional terus berupaya menjaga harga pangan jelang Nataru. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pangan Nasional ( Bapanas ) memastikan akan terus melakukan upaya ekstra untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang Nataru. Upaya itu dilakukan untuk menjaga terkendalinya inflasi bahan makanan hingga akhir 2022.

Baca juga: Bapanas Sebut Ada Oknum yang Bikin Harga Telur Tembus Rp30.200 per Kg

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komponen harga pangan bergejolak (volatile food) mengalami penurunan inflasi dari 7,19% (yoy) pada Oktober 2022 menjadi 5,7% (yoy) di November 2022. Menurunnya inflasi pangan bergejolak dipengaruhi oleh deflasi beberapa komoditas pangan seperti cabai merah dan cabai rawit, masing-masing 0,08% dan 0,03%.

“Terkendalinya inflasi ini perlu kita syukuri. Tentunya ini berkat kerja bersama seluruh stakeholder terkait dari pusat hingga daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dalam keterangannya dikutip Senin (5/12/2022).

Arief menjelaskan, tren penurunan inflasi dari Oktober hingga November 2022 tidak terlepas dari upaya ekstra yang dilakukan bersama melalui sinergi dengan seluruh stakeholder terkait sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Ia mengatakan, ke depannya kerja sama dengan kementerian, lembaga, asosiasi, BUMN, dan BUMD di bidang pangan akan terus ditingkatkan.

Arief menuturkan kondisi saat ini harus tetap diwaspadai mengingat kenaikan permintaan bahan pangan jelang Nataru. Biasanya menjelang Nataru ada peningkatan bahan pangan yang berimbas pada harga.

“Karena itu bersama stakeholder terkait, extra effort pengendalian inflasi terus digencarkan,” tutur Arief.

Arief menyebut pihaknya terus mengupayakan stabilisasi harga komoditas beras yang mengalami kenaikan harga saat ini dengan menugaskan Perum Bulog untuk memasok beras di pasar. Sampai dengan Desember 2022, Bulog telah menyalurkan KPSH beras medium mencapai 1,05 juta ton dengan realisasi penyaluran terbesar di November 2022 mencapai 219 ribu ton.

Baca juga: Cerita Hendropriyono Traktir dan Pinjam Uang Bawahan karena Tak Banyak Bawa Dolar

Dengan penyaluran tersebut, terbukti upaya kolaboratif mampu meredam peningkatan harga beras di tingkat konsumen. Meskipun harga beras mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, namun tren kenaikan tersebut mulai melandai. BPS mencatat andil inflasi beras bulan November 2022 sebesar 0,37% turun dari bulan sebelumnya (Oktober 2022) sebesar 1,13%.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Presiden Prabowo: Indonesia...
Presiden Prabowo: Indonesia Kini Dihormati Dunia karena Berhasil Swasembada Pangan
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Harga-harga Tidak Boleh Naik saat Ramadan
Rekomendasi
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Berita Terkini
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved