Bapanas Sebut Ada Oknum yang Bikin Harga Telur Tembus Rp30.200 per Kg
Jum'at, 02 Desember 2022 - 17:55 WIB
loading...
Harga telur ayam merangkak naik jelang Nataru. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah komoditas pangan merangkak naik menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Salah satu yang paling mencolok adalah telur ayam .
Baca juga: Harga Beras dan Telur di Jakarta Naik Jelang Nataru, Ini Penyebabnya
Berdasarkan data harga di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan hari ini, Jumat (2/12/2022), harga telur ayam sudah tembus Rp30.200 per kg. Padahal untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Nataru, Badan Pangan Nasional sudah menetapkan harga acuan penjualan/pembelian (HAP) terhadap telur ayam di tingkat konsumen sebesar Rp27.000 per kg.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, salah satu faktor penyebab kenaikan harga telur adalah kenaikan harga input produksi, terutama jagung pakan. Arief pun meminta tata kelola jagung nasional harus diperkuat karena berdampak signifikan terhadap harga pokok produksi telur dan produk peternakan unggas lainnya.
"Mengingat jagung merupakan salah satu komponen pakan unggas yang banyak digunakan," ujarnya, Jumat (2/12/2022).
Bapanas telah meminta para peternak layer dan pedagang telur untuk membeli dan menjual telur ayam ras sesuai dengan harga acuan penjualan/pembelian (HAP) yang telah disepakati dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No. 5 Tahun 2022.
“Melalui surat resmi di pertengahan November kami telah meminta seluruh asosiasi peternak, pedagang, serta sejumlah koperasi agar mematuhi HAP sesuai Perbadan No. 5 Tahun 2022,” terangnya.
Baca juga: Harga Beras dan Telur di Jakarta Naik Jelang Nataru, Ini Penyebabnya
Berdasarkan data harga di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan hari ini, Jumat (2/12/2022), harga telur ayam sudah tembus Rp30.200 per kg. Padahal untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Nataru, Badan Pangan Nasional sudah menetapkan harga acuan penjualan/pembelian (HAP) terhadap telur ayam di tingkat konsumen sebesar Rp27.000 per kg.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, salah satu faktor penyebab kenaikan harga telur adalah kenaikan harga input produksi, terutama jagung pakan. Arief pun meminta tata kelola jagung nasional harus diperkuat karena berdampak signifikan terhadap harga pokok produksi telur dan produk peternakan unggas lainnya.
"Mengingat jagung merupakan salah satu komponen pakan unggas yang banyak digunakan," ujarnya, Jumat (2/12/2022).
Bapanas telah meminta para peternak layer dan pedagang telur untuk membeli dan menjual telur ayam ras sesuai dengan harga acuan penjualan/pembelian (HAP) yang telah disepakati dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No. 5 Tahun 2022.
“Melalui surat resmi di pertengahan November kami telah meminta seluruh asosiasi peternak, pedagang, serta sejumlah koperasi agar mematuhi HAP sesuai Perbadan No. 5 Tahun 2022,” terangnya.
Lihat Juga :