10 Maskapai Penerbangan Terburuk di Dunia 2022, Dua di Antaranya dari Indonesia

Selasa, 06 Desember 2022 - 16:37 WIB
loading...
A A A
Flydubai memiliki tingkat kedatangan tepat waktu 79,06 persen dengan persentase pembatalan 6,17 persen. Meski tidak terlalu buruk, namun mereka memiliki penilaian kurang bagus dalam hal makanan, hiburan, kenyamanan kursi, serta layanan staf, yakni 2/5.

Selain itu, Flydubai juga diketahui tidak menyediakan jatah bagasi gratis kepada para penumpangnya. Secara keseluruhan, maskapai Uni Emirat Arab ini memiliki skor 1,18/10.

4. AirAsia India

Maskapai penerbangan terburuk di dunia 2022 berikutnya adalah AirAsia India. Mereka memiliki tingkat kedatangan tepat waktu yang cukup bagus. Namun, persentase pembatalannya mencapai 13,50 persen.

Selain itu, pada aspek Free carry on allowance, free checked domestic allowance, dan free checked international allowance, mereka mendapat skor 0. Secara total, AirAsia India mendapat nilai 1,34/10.

5. Shenzhen Airlines

Beralih ke China, Shenzhen Airlines memiliki tingkat kedatangan tepat waktu sebesar 67,10 persen dan persentase pembatalan 13,72 persen. Kemudian, untuk layanan makan dan hiburan, mereka mendapat skor 2/5. Secara keseluruhan, maskapai penerbangan ini mendapat nilai 1,54/10.

Baca juga : 6 Maskapai Penerbangan Indonesia yang Sudah Bangkrut

6. VivaAerobus

Berikutnya ada VivaAerobus. Maskapai asal Meksiko ini sejatinya memiliki tingkat kedatangan tepat waktu yang bagus dan persentase pembatalan yang rendah. Sayangnya, dalam hal layanan makanan, hiburan, serta kenyamanan kursi, mereka mendapat skor 1/5.

Hal tersebut belum termasuk dengan aspek free checked domestic allowance dan free checked international allowance yang mendapat nilai 0. Secara total, VivaAerobus mendapat skor 1,56/10.

7. Wizz Air
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BKI Kunjungi Otoritas...
BKI Kunjungi Otoritas Maritim China, Perluas Layanan Global
Hasil Penelitian: 81%...
Hasil Penelitian: 81% 0rang Tua Keluarga Prasejahtera Dukung Keberlanjutan MBG
Survei BI Ungkap Kegiatan...
Survei BI Ungkap Kegiatan Dunia Usaha di Kuartal IV 2025, Begini Kondisinya
Konsumsi Kelas Menengah...
Konsumsi Kelas Menengah Bergeser, Gaya Hidup Dipangkas
Aplikasi Bank Digital...
Aplikasi Bank Digital Kian Diminati
Survei Sun Life Ungkap...
Survei Sun Life Ungkap Hanya 50% Warga RI Punya Dana Darurat
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Rekomendasi
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved