Dapat Izin Impor 500.000 Ton Beras hingga Akhir Tahun, Bulog Sanggupi 200.000
Rabu, 07 Desember 2022 - 21:58 WIB
loading...
Bulog memperkirakan impor beras medium hingga akhir Desember 2022 hanya akan mencapai 200.000 ton. Ilustrasi Foto/MPI/Sutikno
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah memberi lampu hijau kepada Perum Bulog untuk mengimpor beras sebanyak 500.000 ton. Namun, Bulog memperkirakan impor beras medium hingga akhir Desember 2022 hanya akan mencapai 200.000 ton.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, saat ini negara-negara produsen beras sudah melakukan pembatasan. Bahkan, ada negara yang membatalkan impor yang sudah disepakati sebelumnya. Oleh karena itu, dia pesimistis jika importasi 500.000 ton beras akan terealisasi hingga akhir tahun ini.
"Yang diputuskan dalam rakortas (rapat koordinasi terbatas) itu 500.000 ton, harusnya sampai Desember ini kita mendatangkan 500.000 ton, tapi sangat tidak mungkin. Jadi, yang paling mungkin dengan segala daya upaya paling hebatnya 200.000 ton," kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, saat ditemui di gedung DPR, Rabu (7/12/2022).
Baca juga: Bulog Serap 166.000 Ton Beras dengan Harga Komersial per 5 Desember
Imbas pembatasan oleh negara produsen beras pada bulan ini, Buwas mengatakan kemungkinan impor akan dilanjutkan pada awal tahun 2023. Meski begitu, Bulog tetap akan melihat situasi atau masa panen di dalam negeri.
Artinya, bila periodesasi panen mulai dilakukan pada awal Januari-Februari 2023, maka sisa jumlah beras yang diimpor tak lagi dilanjutkan. Sebaliknya, jika panen baru terjadi pada Maret, maka impor beras untuk memenuhi target 500.000 ton tetap dilakukan.
"Sisanya kita lihat situasi, kalau Januari, Februari belum ada panen, situasinya memerlukan itu harus disuplai dari luar, nggak ada masalah. BPS Maret (panen), data BPS dong, nggak bisa ngarang-ngarang, toh kalo kita impor Januari-Februari lah, gitu loh. Itu tambahan sesuai keputusan rakortas," tuturnya.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, saat ini negara-negara produsen beras sudah melakukan pembatasan. Bahkan, ada negara yang membatalkan impor yang sudah disepakati sebelumnya. Oleh karena itu, dia pesimistis jika importasi 500.000 ton beras akan terealisasi hingga akhir tahun ini.
"Yang diputuskan dalam rakortas (rapat koordinasi terbatas) itu 500.000 ton, harusnya sampai Desember ini kita mendatangkan 500.000 ton, tapi sangat tidak mungkin. Jadi, yang paling mungkin dengan segala daya upaya paling hebatnya 200.000 ton," kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, saat ditemui di gedung DPR, Rabu (7/12/2022).
Baca juga: Bulog Serap 166.000 Ton Beras dengan Harga Komersial per 5 Desember
Imbas pembatasan oleh negara produsen beras pada bulan ini, Buwas mengatakan kemungkinan impor akan dilanjutkan pada awal tahun 2023. Meski begitu, Bulog tetap akan melihat situasi atau masa panen di dalam negeri.
Artinya, bila periodesasi panen mulai dilakukan pada awal Januari-Februari 2023, maka sisa jumlah beras yang diimpor tak lagi dilanjutkan. Sebaliknya, jika panen baru terjadi pada Maret, maka impor beras untuk memenuhi target 500.000 ton tetap dilakukan.
"Sisanya kita lihat situasi, kalau Januari, Februari belum ada panen, situasinya memerlukan itu harus disuplai dari luar, nggak ada masalah. BPS Maret (panen), data BPS dong, nggak bisa ngarang-ngarang, toh kalo kita impor Januari-Februari lah, gitu loh. Itu tambahan sesuai keputusan rakortas," tuturnya.
Lihat Juga :