Bahlil Ungkap Ada yang Tak Lazim dalam Pemerintahan Presiden Jokowi, Apa Tuh?
Kamis, 08 Desember 2022 - 20:36 WIB
loading...
Menteri Investasi atau Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyebut ada yang tak lazim dari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin, apa itu?. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut ada yang tak lazim dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, apa itu?. Survei Poltracking Indonesia melaporkan, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin sebanyak 73,7% menyatakan percaya.
Baca Juga: Bahlil Umbar Janji di Depan Jokowi: Target Investasi Rp1.200 Triliun Akan Tercapai
Adapun tren kepuasan sempat mengalami fluktuasi, tetapi sepanjang tahun 2022 relatif terus mengalami peningkatan, seperti pada Mei (59,6%), Agustus (66,2%), dan November (73,2%).
"Ada yang tidak lazim, tetapi hari ini itu terjadi. Kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi di atas 70%. Ini mencerminkan sejarah baru dalam perkembangan demokrasi pasar sejak pemilihan presiden secara langsung," ujar Bahlil dalam memberikan tanggapan Survei Politracking Indonesia yang disiarkan virtual, Kamis (8/12/2022).
"Saya belum pernah melihat catatan presiden yang mendekati satu tahun Pemilu surveinya bisa naik turun tingkat kepuasannya. Karena biasanya rata-rata kalau sudah tinggal satu tahun mendekati Pemilu itu surveinya pasti sudah di bawah 50%," sambungnya.
Baca Juga: RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Lebih rinci Bahlil menerangkan, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, sebelum kenaikan BBM di angka 70%. Kemudian saat harga BBM naik survei kepuasannya turun sampai 59%. Namun sekarang, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi naik kembali menjadi 73%.
Baca Juga: Bahlil Umbar Janji di Depan Jokowi: Target Investasi Rp1.200 Triliun Akan Tercapai
Adapun tren kepuasan sempat mengalami fluktuasi, tetapi sepanjang tahun 2022 relatif terus mengalami peningkatan, seperti pada Mei (59,6%), Agustus (66,2%), dan November (73,2%).
"Ada yang tidak lazim, tetapi hari ini itu terjadi. Kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi di atas 70%. Ini mencerminkan sejarah baru dalam perkembangan demokrasi pasar sejak pemilihan presiden secara langsung," ujar Bahlil dalam memberikan tanggapan Survei Politracking Indonesia yang disiarkan virtual, Kamis (8/12/2022).
"Saya belum pernah melihat catatan presiden yang mendekati satu tahun Pemilu surveinya bisa naik turun tingkat kepuasannya. Karena biasanya rata-rata kalau sudah tinggal satu tahun mendekati Pemilu itu surveinya pasti sudah di bawah 50%," sambungnya.
Baca Juga: RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Lebih rinci Bahlil menerangkan, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, sebelum kenaikan BBM di angka 70%. Kemudian saat harga BBM naik survei kepuasannya turun sampai 59%. Namun sekarang, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi naik kembali menjadi 73%.
Lihat Juga :