10 Orang Kaya Dermawan dari Asia, Sumbang Triliunan demi Kemanusiaan

Jum'at, 09 Desember 2022 - 14:53 WIB
loading...
A A A
7. Brahmal Vasudevan dan Shanti Kandiah
Pendiri dan CEO Creador berusia 54 tahun beserta istrinya yang juga pendiri SK Chambers berumur 53 tahun ini mendukung komunitas lokal di Malaysia dan India melalui Creador Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mereka dirikan bersama pada tahun 2018.

Pada bulan Mei tahun ini, mereka berjanji untuk menyumbangkan 50 juta ringgit sekitar USD11 juta untuk membantu membangun rumah sakit pendidikan di kampus Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Kampar di negara bagian Perak.

Pasangan tersebut turun tangan untuk membantu menjembatani kesenjangan pendanaan setelah mengetahui bahwa UTAR hanya mengumpulkan setengah dari jumlah yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas nirlaba yang, setelah selesai pada tahun 2023, juga akan menyediakan perawatan kesehatan yang terjangkau.

Di bulan Mei, pasangan ini mendonasikan sekitar USD30 juta ke Imperial College London, untuk menciptakan Institut Penerbangan Berkelanjutan Brahmal Vasudevan untuk merintis teknologi guna membantu transisi industri penerbangan menuju nol polusi.

8. Michael Kim
Miliarder ekuitas swasta Michael Kim menjanjikan USD10 juta pada bulan September ke Metropolitan Museum of Art di New York, di mana dia menjadi dewan pengawas sejak 2017.

Minat filantropi lainnya dari kolektor seni yang rajin ini adalah pendidikan. Yayasan Beasiswa MBK telah memberikan hibah pendidikan kepada lebih dari 175 siswa yang membutuhkan secara finansial sejak diluncurkan pada tahun 2007. Pada Agustus 2021 dia memberikan USD25,5 juta kepada pemerintah Kota Seoul untuk mendirikan perpustakaan umum baru di ibu kota Korea Selatan tersebut.

Baca Juga: Raja Ingin Menjadi Dermawan dan Kisah Hatim Al-Taeei

9. Hiroshi Mikitani
Pendiri dan CEO Grup Rakuten ini pada bulan Februari lalu mengumumkan sumbangan 1 miliar yen atau sekira USD7,2 juta ke Ukraina untuk menangani dampak kemanusiaan dari invasi Rusia awal bulan itu.

Dalam sepucuk surat kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang dirilis pada saat yang sama, Mikitani menulis, "Ketika saya melihat perlawanan berani Anda terhadap serangan yang tidak beralasan ini...Saya berpikir tentang apa yang dapat saya lakukan untuk Ukraina di Jepang dan memutuskan untuk menyumbang."

Pada awal konflik, raksasa e-niaga dan telekomunikasi ini juga memungkinkan warga Ukraina menggunakan aplikasi perpesanan Rakuten, Viber - yang dipasang di 97% ponsel pintar di negara tersebut - untuk menelepon ke telepon rumah atau seluler mana pun secara gratis. Situs donasi online Rakuten untuk Ukraina yang dimulai pada bulan Februari juga telah mengumpulkan hampir 1,3 miliar yen dari lebih dari 70.000 kontributor untuk mendukung upaya bantuan.

10. John Lim dan Andy Lim
Pada tahun 2008, miliarder John Lim, salah satu pendiri ARA Asset Management menugaskan putra sulungnya Andy untuk mendirikan badan filantropi yang dinamai menurut nama ayah guru sekolahnya. Yayasan Lim Hoon memberikan beasiswa kepada siswa kurang beruntung di Singapura yang tidak memenuhi syarat untuk sebagian besar dukungan keuangan berbasis nilai di negara itu.

Hingga saat ini, telah diberikan lebih dari 1.600 beasiswa dengan total sekitar 1 juta dolar Singapura kepada siswa dari sekolah dasar hingga tingkat pra-universitas. Yayasan ini merupakan donor jangka panjang untuk Universitas Manajemen Singapura, untuk mendirikan Beasiswa JLFO-LHF. Setiap tahun, sekitar 12 mahasiswa akan menerima beasiswa empat tahun senilai 40.000 dolar Singapura.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Inspirasi Wanita Indonesia,...
Inspirasi Wanita Indonesia, Filantropis Sandiana Soemarko Kedepankan Kepedulian Sosial
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Rekomendasi
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Berita Terkini
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved