Menguak Asal Usul Harta 10 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2022
Jum'at, 09 Desember 2022 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Melengkapi lima besar adalah Anthoni Salim dari Salim Group, dimana kekayaan bersihnya turun USD 1 miliar menjadi USD 7,5 miliar. Salim Group punya beragam investasi di bidang makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi hingga energi. Salim adalah CEO Indofood yang merupakan salah satu pembuat mie instan terbesar di dunia.
Ia juga memiliki saham di perusahaan investasi yang terdaftar di Hong Kong First Pacific dengan aset USD27 miliar di enam negara. Anthoni adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dari almarhum Liem Sioe Liong, seorang taipan yang selama beberapa dekade sangat dekat dengan Presiden Soeharto.
Lalu ada Prajogo Pangestu di posisi tujuh dengan kekayaan USD6,1 miliar. Ia merupakan seorang Taipan Per-kayu-an terbesar di Indonesia sebelum Krisis Ekonomi 1997 di peringkat nomor 5 orang terkaya RI. Bisnisnya berawal di akhir 70-an di Djajanti Timber Group dan membentuk Barito Pacific.
Menurut laporan, pernah mendapatkan konsesi hutan sebanyak 6 juta hektar lebih. Operasi pemotongan kayunya sekarang jauh lebih kecil dari sebelumnya, tetapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk, produsen 'polypropylene' terbesar di Indonesia. Kongsi dengan Kartini Muljadi.
Perusahaannya Barito Pacific Timber go public pada tahun 1993 dan mengubah namanya menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007. Pada tahun 2007 Barito Pacific mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2011 Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di negara itu. Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri pada Juli 2021. Mereka akan mulai mengembangkan situs petrokimia kedua pada tahun 2022.
Posisi ke-8 tidak berubah dari tahun lalu yang masih ditempati oleh Boenjamin Setiawan dengan harta kekayaan mencapai USD 4,8 miliar. Boenjamin Setiawan yang memiliki gelar doktor di bidang farmakologi mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966 bersama kelima saudaranya.
Kalbe Farma kini menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1991, dimana Setiawan dan saudara-saudaranya bersama-sama memiliki saham sama besar.
"Dr. Boen," begitu ia disapa, juga mengendalikan Mitra Keluarga yang telah diperdagangkan secara publik, dimana kini mengoperasikan 25 rumah sakit.
Lonjakan harta kekayaan juga dialami oleh Tahir, sebagai pendiri grup Mayapada, konglomerat di bidang perbankan, perawatan kesehatan dan real estat. Keluarga ini memiliki saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia yang terdaftar dibursa.
Dia juga memiliki properti di Singapura, termasuk melalui perusahaan properti terdaftar MYP. Tahir juga ikut pemegang lisensi yang menerbitkan Forbes Indonesia. Istrinya Rosy adalah putri taipan Indonesia Mochtiar Riady.
Pada tahun 2022, kenaikan peringkat Tahir cukup signifikan dari posisi 16 tahun lalu hingga kini masuk 10 besar orang terkaya di Indonesia.
Selanjutnya menutup daftar 10 besar ada Djoko Susanto dengan harta kekayaan sebesar USD 4,1 miliar yang melompat dari peringkat ke-22 pada 2021 lalu. Djoko Susanto adalah pendiri Alfamart, yang memiliki lebih dari 19.000 toko serba ada di seluruh Indonesia dan lebih dari 1.200 toko di Filipina.
Anak keenam dari 10 bersaudara ini, Djoko Susanto mulai mengelola warung makan sederhana milik orang tuanya di dalam pasar tradisional di Jakarta pada usia 17 tahun. Dia kemudian bermitra dengan taipan rokok kretek Putera Sampoerna untuk membuka kios serupa dan kemudian jaringan supermarket yang kerap menjual produk dengan harga diskon.
Ia juga memiliki saham di perusahaan investasi yang terdaftar di Hong Kong First Pacific dengan aset USD27 miliar di enam negara. Anthoni adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dari almarhum Liem Sioe Liong, seorang taipan yang selama beberapa dekade sangat dekat dengan Presiden Soeharto.
Lalu ada Prajogo Pangestu di posisi tujuh dengan kekayaan USD6,1 miliar. Ia merupakan seorang Taipan Per-kayu-an terbesar di Indonesia sebelum Krisis Ekonomi 1997 di peringkat nomor 5 orang terkaya RI. Bisnisnya berawal di akhir 70-an di Djajanti Timber Group dan membentuk Barito Pacific.
Menurut laporan, pernah mendapatkan konsesi hutan sebanyak 6 juta hektar lebih. Operasi pemotongan kayunya sekarang jauh lebih kecil dari sebelumnya, tetapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk, produsen 'polypropylene' terbesar di Indonesia. Kongsi dengan Kartini Muljadi.
Perusahaannya Barito Pacific Timber go public pada tahun 1993 dan mengubah namanya menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007. Pada tahun 2007 Barito Pacific mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2011 Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di negara itu. Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri pada Juli 2021. Mereka akan mulai mengembangkan situs petrokimia kedua pada tahun 2022.
Posisi ke-8 tidak berubah dari tahun lalu yang masih ditempati oleh Boenjamin Setiawan dengan harta kekayaan mencapai USD 4,8 miliar. Boenjamin Setiawan yang memiliki gelar doktor di bidang farmakologi mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966 bersama kelima saudaranya.
Kalbe Farma kini menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1991, dimana Setiawan dan saudara-saudaranya bersama-sama memiliki saham sama besar.
"Dr. Boen," begitu ia disapa, juga mengendalikan Mitra Keluarga yang telah diperdagangkan secara publik, dimana kini mengoperasikan 25 rumah sakit.
Lonjakan harta kekayaan juga dialami oleh Tahir, sebagai pendiri grup Mayapada, konglomerat di bidang perbankan, perawatan kesehatan dan real estat. Keluarga ini memiliki saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia yang terdaftar dibursa.
Dia juga memiliki properti di Singapura, termasuk melalui perusahaan properti terdaftar MYP. Tahir juga ikut pemegang lisensi yang menerbitkan Forbes Indonesia. Istrinya Rosy adalah putri taipan Indonesia Mochtiar Riady.
Pada tahun 2022, kenaikan peringkat Tahir cukup signifikan dari posisi 16 tahun lalu hingga kini masuk 10 besar orang terkaya di Indonesia.
Selanjutnya menutup daftar 10 besar ada Djoko Susanto dengan harta kekayaan sebesar USD 4,1 miliar yang melompat dari peringkat ke-22 pada 2021 lalu. Djoko Susanto adalah pendiri Alfamart, yang memiliki lebih dari 19.000 toko serba ada di seluruh Indonesia dan lebih dari 1.200 toko di Filipina.
Anak keenam dari 10 bersaudara ini, Djoko Susanto mulai mengelola warung makan sederhana milik orang tuanya di dalam pasar tradisional di Jakarta pada usia 17 tahun. Dia kemudian bermitra dengan taipan rokok kretek Putera Sampoerna untuk membuka kios serupa dan kemudian jaringan supermarket yang kerap menjual produk dengan harga diskon.
Lihat Juga :