Substitusi Barang Impor, PT TRK Peroleh Penghargaan Ditjen Migas
Sabtu, 10 Desember 2022 - 17:51 WIB
loading...
A
A
A
Di bagian lain, Direktur Pembinaan Program Migas Mustafid Gunawan mengatakan bahwa forum ini untuk pertama kalinya diselenggarakan Ditjen Migas sebagai apresisasi kepada seluruh KKKS dan produsen dalam negeri yang telah bekerja keras mengupayakan substitusi barang operasi impor dengan barang lokal. "Tanpa upaya dan peran serta semua pihak tentu saja kegiatan ini tidak dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan," ujarnya.
Baca Juga: 5 KSAL Termuda Sepanjang Sejarah, Nomor Terakhir Usia 31 Tahun
Mustafid menjelaskan, pemerintah terus berupaya menumbuhkembangkan kemampuan nasional dan mendorong peningkatan penggunaan produksi dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas. Untuk itu sejak tahun 2019, Ditjen Migas, SKK Migas dan KKKS membangun program bersama yaitu Program Guna Bina Dalam Negeri (PROGUNADI) dan Program Substitusi Impor (PROSUSI).
"Program ini bertujuan untuk membangun kepercayaan dan kerja sama diantara seluruh pelaku kegiatan usaha hulu migas terhadap kemampuan dan kehandalan produk dalam negeri," tandasnya.
Melalui dukungan dan bantuan dari semua pihak diharapkan produk dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan operasi migas. Tak hanya itu, diharapkan pula agar ke depan industri dalam negeri mampu memproduksi barang dengan orientasi menuju pasar ekspor.
Baca Juga: 5 KSAL Termuda Sepanjang Sejarah, Nomor Terakhir Usia 31 Tahun
Mustafid menjelaskan, pemerintah terus berupaya menumbuhkembangkan kemampuan nasional dan mendorong peningkatan penggunaan produksi dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas. Untuk itu sejak tahun 2019, Ditjen Migas, SKK Migas dan KKKS membangun program bersama yaitu Program Guna Bina Dalam Negeri (PROGUNADI) dan Program Substitusi Impor (PROSUSI).
"Program ini bertujuan untuk membangun kepercayaan dan kerja sama diantara seluruh pelaku kegiatan usaha hulu migas terhadap kemampuan dan kehandalan produk dalam negeri," tandasnya.
Melalui dukungan dan bantuan dari semua pihak diharapkan produk dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan operasi migas. Tak hanya itu, diharapkan pula agar ke depan industri dalam negeri mampu memproduksi barang dengan orientasi menuju pasar ekspor.
(fai)
Lihat Juga :