Substitusi Barang Impor, PT TRK Peroleh Penghargaan Ditjen Migas

Sabtu, 10 Desember 2022 - 17:51 WIB
loading...
Substitusi Barang Impor,...
PT TRK memperoleh penghargaan dari Ditjen Migas dalam Forum Apresiasi Substitusi Barang Operasi Impor pada Kegiatan Usaha Hulu Migas 2022 di Yogyakarta, Jumat (9/12/2022). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Produsen ball valve buatan dalam negeri PT Teknologi Rekayasa Katup (PT TRK), memperoleh penghargaan dari Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Forum Apresiasi Substitusi Barang Operasi Impor pada Kegiatan Usaha Hulu Migas Tahun 2022 di Yogyakarta, Jumat (9/12).

Dalam Forum yang digelar untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas ini, PT TRK memperoleh penghargaan untuk kategori Produsen Dalam Negeri dengan Substitusi Barang Operasi Impor yang Telah Teruji oleh KKKS.



"Kami mengapresiasi penghargaan dari Ditjen Migas ini. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa kami telah memenuhi kategori sebagai produsen dalam negeri yang mampu mensubstitusi barang operasi impor yang telah teruji oleh KKKS," kata Direktur PT TRK Yon Ming melalui siaran pers, Sabtu (10/12/2022).

Hal itu, lanjut Yon Ming, tak lepas dari pembinaan dari regulator dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang melakukan kunjungan dan penilaian ke perusahaan. Dengan begitu, kata dia, terjadi sharing knowledge yang membantu PT TRK untuk terus melakukan perbaikan di semua lini.

Dia menjelaskan, pembinaan dari KKKS dilakukan dengan melakukan penilaian, kualifikasi dan mempersyaratkan pembuatan prototipe. Hal ini dilakukan KKKS untuk memastikan pabrikan lokal mampu memproduksi katup yang memenuhi persyaratan kualitas yang dibutuhkan pengguna dan sesuai kondisi lapangan.

"PT TRK juga berterimakasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh KKKS untuk menggunakan valve dari perusahaan," tuturnya.

Di bagian lain, Direktur Pembinaan Program Migas Mustafid Gunawan mengatakan bahwa forum ini untuk pertama kalinya diselenggarakan Ditjen Migas sebagai apresisasi kepada seluruh KKKS dan produsen dalam negeri yang telah bekerja keras mengupayakan substitusi barang operasi impor dengan barang lokal. "Tanpa upaya dan peran serta semua pihak tentu saja kegiatan ini tidak dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan," ujarnya.



Mustafid menjelaskan, pemerintah terus berupaya menumbuhkembangkan kemampuan nasional dan mendorong peningkatan penggunaan produksi dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas. Untuk itu sejak tahun 2019, Ditjen Migas, SKK Migas dan KKKS membangun program bersama yaitu Program Guna Bina Dalam Negeri (PROGUNADI) dan Program Substitusi Impor (PROSUSI).

"Program ini bertujuan untuk membangun kepercayaan dan kerja sama diantara seluruh pelaku kegiatan usaha hulu migas terhadap kemampuan dan kehandalan produk dalam negeri," tandasnya.

Melalui dukungan dan bantuan dari semua pihak diharapkan produk dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan operasi migas. Tak hanya itu, diharapkan pula agar ke depan industri dalam negeri mampu memproduksi barang dengan orientasi menuju pasar ekspor.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
Daftar 75 Negara yang...
Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Puluhan Negara Lainnya
Janji Manis Wamenaker,...
Janji Manis Wamenaker, Bakal Rekrut Kembali Korban PHK Sritex
Dasco Beri Bocoran Ada...
Dasco Beri Bocoran Ada Investor Asal Qatar Masuk Danantara
Menuju Industri Baja...
Menuju Industri Baja yang Hijau dan Kompetitif, GRP Tegaskan Komitmen Transformasi
Orang Terkaya di Thailand...
Orang Terkaya di Thailand Borong Saham Perbankan Rp6,1 Triliun
Perputaran Uang Lebaran...
Perputaran Uang Lebaran 2025 Diprediksi Turun, Sinyal Peringatan Ekonomi RI?
Fakta-fakta Orang Terkaya...
Fakta-fakta Orang Terkaya Hong Kong yang Bikin Marah China usai Jual Pelabuhan Panama ke AS
Rekomendasi
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Aksi Solidaritas Jurnalis...
Aksi Solidaritas Jurnalis Kalimantan Selatan untuk Juwita
Polisi Dibegal di Jalan...
Polisi Dibegal di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang Bekasi, Motornya Dibawa Kabur Pelaku
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
6 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
7 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
8 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
8 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
9 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
9 jam yang lalu
Infografis
Cara Mengecek Status...
Cara Mengecek Status Akreditasi Perguruan Tinggi di BAN PT
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved