Tak Puas Sebut Kemenkeu Iblis, Bupati Meranti Mau Gugat Jokowi
Senin, 12 Desember 2022 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Maka dari itu, dia meminta kepada pemerintah pusat untuk menghentikan pengeboran minyak di Meranti. Bahkan, dia menyebut masyarakat Meranti sama sekali tidak merasakan manfaat dari pengeboran tersebut.
"Meranti itu targetnya 2023, 9.000 barel per hari. Jadi kalau seandainya kami naik, penghasilannya besar dianggap penurunan, saya mengharapkan bapak keluarkan surat untuk penghentian pengeboran minyak di Meranti. Jangan diambil lagi minyak di Meranti, tidak apa-apa kami juga masih bisa makan, daripada uang kami dihisap sama pusat," protesnya.
Adil menyebut bahwa dirinya sudah berupaya mempertanyakan DBH yang digelontorkan Kemenkeu ke Kepulauan Meranti dengan melayangkan 3 surat permohonan audiensi ke Menkeu Sri Mulyani Indrawati, namun upayanya gagal.
"Sampai ke Bandung saya kejar orang Kemenkeu juga tidak dihadiri oleh yang kompeten, yang hadir waktu itu entah staf, tidak tahu lah. Sampai waktu itu saya ngomong 'ini orang keuangan isinya ini iblis atau setan'," pungkasnya.
"Meranti itu targetnya 2023, 9.000 barel per hari. Jadi kalau seandainya kami naik, penghasilannya besar dianggap penurunan, saya mengharapkan bapak keluarkan surat untuk penghentian pengeboran minyak di Meranti. Jangan diambil lagi minyak di Meranti, tidak apa-apa kami juga masih bisa makan, daripada uang kami dihisap sama pusat," protesnya.
Adil menyebut bahwa dirinya sudah berupaya mempertanyakan DBH yang digelontorkan Kemenkeu ke Kepulauan Meranti dengan melayangkan 3 surat permohonan audiensi ke Menkeu Sri Mulyani Indrawati, namun upayanya gagal.
"Sampai ke Bandung saya kejar orang Kemenkeu juga tidak dihadiri oleh yang kompeten, yang hadir waktu itu entah staf, tidak tahu lah. Sampai waktu itu saya ngomong 'ini orang keuangan isinya ini iblis atau setan'," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :