Tak Puas Sebut Kemenkeu Iblis, Bupati Meranti Mau Gugat Jokowi
Senin, 12 Desember 2022 - 19:59 WIB
loading...
Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil menyatakan, bahwa dirinya juga ingin menggugat Presiden Jokowi usai menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai iblis atau setan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bupati Kepulauan Meranti , Muhammad Adil menyatakan, bahwa dirinya juga ingin menggugat Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Sebelumnya Ia juga menyebut Kementerian Keuangan ( Kemenkeu ) sebagai iblis atau setan.
Dia merasa tidak puas atas pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang menurutnya tidak sesuai dan tidak dirasakan oleh masyarakat Kepulauan Meranti.
Baca Juga: Kemenkeu Meradang Dikatai Iblis oleh Bupati Meranti, Stafsus Menkeu: Perbaiki Sinergi, Bukan Obral Caci Maki!
Adil membeberkan, bahwa Kepulauan Meranti merupakan daerah penghasil minyak sejak tahun 1973. Akan tetapi, dia menyayangkan hasil kekayaan alam itu menurutnya tidak dirasakan masyarakat setempat. Terang dia, hal itu terlihat dari jumlah penduduk miskin ekstrim yang mencapai angka 25,68% di Riau.
"Saya kemarin dipanggil ketemu dengan Pak Tito (Menteri Dalam Negeri), minta petunjuk selaku pembina saya, saya mau menggugat Pak Jokowi. Daerah miskin penghasil minyak," ujar Adil dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah se-Indonesia, dikutip di Jakarta, Senin (12/12/2022).
Dia mencatat, bahwa saat ini terdapat sebanyak 222 sumur minyak di Meranti yang produksinya hampir 8.000 barel per hari. Baca Juga: Kementeriannya Dibilang Diisi Setan, Wamenkeu: Kita Bicarakan dengan Data
"Tapi DBH yang diterima hanya Rp114 miliar. Bahkan angka ini sudah memperhitungkan penambahan 13 sumur di tahun ini dan 19 sumur lagi di 2023 dengan target produksi hingga 9.000 barel per hari," ungkap Adil.
Dia merasa tidak puas atas pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang menurutnya tidak sesuai dan tidak dirasakan oleh masyarakat Kepulauan Meranti.
Baca Juga: Kemenkeu Meradang Dikatai Iblis oleh Bupati Meranti, Stafsus Menkeu: Perbaiki Sinergi, Bukan Obral Caci Maki!
Adil membeberkan, bahwa Kepulauan Meranti merupakan daerah penghasil minyak sejak tahun 1973. Akan tetapi, dia menyayangkan hasil kekayaan alam itu menurutnya tidak dirasakan masyarakat setempat. Terang dia, hal itu terlihat dari jumlah penduduk miskin ekstrim yang mencapai angka 25,68% di Riau.
"Saya kemarin dipanggil ketemu dengan Pak Tito (Menteri Dalam Negeri), minta petunjuk selaku pembina saya, saya mau menggugat Pak Jokowi. Daerah miskin penghasil minyak," ujar Adil dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah se-Indonesia, dikutip di Jakarta, Senin (12/12/2022).
Dia mencatat, bahwa saat ini terdapat sebanyak 222 sumur minyak di Meranti yang produksinya hampir 8.000 barel per hari. Baca Juga: Kementeriannya Dibilang Diisi Setan, Wamenkeu: Kita Bicarakan dengan Data
"Tapi DBH yang diterima hanya Rp114 miliar. Bahkan angka ini sudah memperhitungkan penambahan 13 sumur di tahun ini dan 19 sumur lagi di 2023 dengan target produksi hingga 9.000 barel per hari," ungkap Adil.
Lihat Juga :