Kunjungan Wisatawan Saat Libur Nataru Diperkirakan Sumbang Rp26 Triliun

Rabu, 14 Desember 2022 - 13:47 WIB
loading...
Kunjungan Wisatawan...
Pergerakan wistawan saat libur Nataru akan menyubang devisa puluhan triliun rupiah. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkirakan ada 5,2 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia saat libur Natal dan tahun baru 2023 ( Nataru ). Jumlah tersebut setara dengan 40% dari target batas atas.

Baca juga: BBWI 2023 Bidik 1,4 Miliar Wisnus, Luhut Beberkan 4 Strateginya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, target awal wisman yang mengunjungi Tanah Air berada di angka 3,6 juta orang, namun atas kerja sama banyak pihak perkiraan pun naik menjadi 5,2 juta orang.

"Untuk liburan Nataru secara total kita targetkan 3,6 juta wisatawan mancanegara, tapi berkat kerja sama semua kita akan mencapai 5,2 juta. Jadi di atas 40% dari target batas atas," ungkap Sandi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/12/202.

Selama libur Nataru, lanjut Sandi, jumlah pergerakan wisatawan lokal atau domestik juga mengalami kenaikan. Dia mencatat akan ada 820 juta pergerakan hingga di akhir tahun ini. Jumlah tersebut lebih banyak dari perkiraan yang dicatatkan sebelumnya, yakni 660 juta pergerakan wisatawan domestik.

"Sementara wisatawan Nusantara dari data yang kami pantau, diperkirakan dari target 660 juta pergerakan, kemungkinan kita akan tembus 820 juta pergerakan di akhir tahun," katanya.

Dari jumlah wisman dan wisatawan lokal selama libur Nataru tahun ini, Sandi optimistis industri pariwisata bisa menyumbangkan USD1,7 miliar atau setara Rp26,3 triliun (kurs Rp15.500). Bahkan, sepanjang 2022 kontribusi sektor pariwisata mencapai USD6 miliar atau Rp93 triliun.

Baca juga: Ryvid Luncurkan Motor Listrik dengan Desain Minimalis

"Sehingga pendapatan dari pariwisata, devisa yang akan dihasilkan itu target USD1,7 miliar, kita akan membukukan di atas USD6 miliar. Jadi ini peningkatan kualitas yang sangat signifikan dari segi pariwisata," ucap Sandi.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Keamanan Jadi Prioritas,...
Keamanan Jadi Prioritas, Thailand Pangkas Masa Tinggal Bebas Visa bagi Turis
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved